Hadapi Bonus Demografi, Media Sosial Bisa jadi Ruang Suarakan Isu Kepemudaan

16 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Bonus demografi menghadirkan tantangan bagi generasi muda. Salah satunya adalah kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam memanfaatkan media sosial. Menjawab tantangan tersebut, UKM Kependudukan Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Seminar Nasional Airlangga Demography Festival pada Minggu (20/9/2026) di Aula Ternate, ASEEC Tower UNAIR.

Acara ini menghadirkan Alfina Rahma, Duta Genre Surabaya 2025 sekaligus content creator. Dalam sesi bertajuk Pengembangan Content Creation dan Social Media for Impact, Alfina membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan media sosial untuk mendukung program kepemudaan. Ia juga menjelaskan perannya sebagai Duta Genre Surabaya yang berfokus pada edukasi dan pemberdayaan remaja. 

Alfina menjelaskan bahwa kemampuan membuat konten menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi generasi muda. Menurutnya, seseorang tidak harus menjadi influencer untuk dapat disebut sebagai content creator. Siapa pun yang menghasilkan konten dapat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi maupun mendukung program.

“Ketika teman-teman membuat program, ketika teman-teman ingin menyebarkan informasi, salah satu jalannya adalah lewat media sosial,” ujarnya.

Dalam membuat konten, Alfina menekankan pentingnya memahami pesan yang ingin disampaikan, media yang digunakan, target audiens, hingga dampak yang ingin dihasilkan. Setiap platform, menurutnya, memiliki karakter konten dan audiens yang berbeda sehingga cara penyampaiannya perlu disesuaikan.

Ia juga membagikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pembuatan video. Mulai dari footage, teks dan subtitle, durasi, backsound, voice over, sound effect, hingga alur cerita. Alfina turut menekankan pentingnya hook untuk menarik perhatian audiens.

“Orang-orang itu akan nonton konten mungkin di tiga sampai lima detik pertama. Ketika tidak tertarik, mereka akan langsung skip,” jelasnya.

Alfina menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang untuk memperluas dampak program kepemudaan. Bersama PIK-R Kecamatan Tandes, ia mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak melalui berbagai program edukasi. Menurut Alfina, isu tersebut penting untuk disosialisasikan karena pengasuhan anak masih kerap dipandang sebagai tanggung jawab ibu. 

“Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu cara efektif yang saya gunakan untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat,” jelasnya.

Bagi Alfina, pemanfaatan keterampilan digital menjadi bagian dari upaya generasi muda mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai memanfaatkan media sosial untuk mencari peluang, membangun jejaring, serta mengembangkan diri sejak sekarang. 

Penulis: Vaneza Ika Artamevia 

Editor: Yulia Rohmawati 

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .