Di Hadapan Akademisi Taiwan, Prof Ferry Ungkap Kunci Membangun Rekam Jejak Riset Berdampak

28 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Guru Besar Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD, membagikan strategi membangun rekam jejak riset berdampak dalam kuliah tamu di Department of Nursing, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan, pada Kamis (17/9/2026).

Sesi bertajuk “How to Build Up My Research Trajectory and Become a World’s Top 2% Scientist?” tersebut melibatkan mahasiswa pascasarjana dan jajaran dosen NCKU. Kunjungan akademik ini mendapatkan dukungan hibah National Science and Technology Council (NSTC) serta NCKU di bawah pimpinan Prof Esther Ching-Lan Lin PhD RN.

Prof Ferry, yang terdaftar dalam World’s Top 2% Scientist versi Stanford/Elsevier sejak 2022, menegaskan bahwa keunggulan riset terbentuk oleh konsistensi dan ketahanan dalam menghadapi tantangan.

“Tidak ada satu jalan tunggal menuju keunggulan. Setiap tantangan, proposal yang ditolak, publikasi yang di-reject, dan pendanaan yang tidak pasti justru membentuk peneliti yang saya jadi hari ini,” ujar Prof Ferry.

Prof Ferry juga menyoroti kecenderungan peneliti muda yang terjebak pada topik rumit. Menurutnya, riset yang berdampak panjang justru berawal dari persoalan nyata di lapangan.

Ia menyarankan peneliti untuk mencari titik temu antara minat pribadi, kebutuhan masyarakat, dan kapasitas diri. Langkah praktis yang dapat diambil meliputi pengamatan langsung di lapangan, fokus pada kelompok masyarakat yang belum terjangkau, serta pemanfaatan scoping review untuk memetakan celah penelitian.

“Coba tanya perawat di lapangan, persoalan apa yang dihadapi di klinis atau komunitas. Dari situ biasanya masalah riset yang sebenarnya muncul,” jelasnya.

Terkait publikasi ilmiah, Prof Ferry menekankan pentingnya menentukan jurnal sasaran sebelum memulai penulisan. Peneliti dianjurkan memeriksa kesesuaian topik, kuartil Scopus/WoS, CiteScore, hingga acceptance rate. Selain itu, penulisan cover letter dan tanggapan terhadap reviewer harus digarap secara profesional.

Ia juga menyarankan pengelolaan manajemen manuskrip secara bersamaan. “Jangan menunggu satu artikel diterima baru memulai yang berikutnya. Selalu ada tiga manuskrip atau lebih pada tahap yang berbeda,” tuturnya.

Prof Ferry turut menggarisbawahi peran strategis para mentor dalam perjalanan akademiknya, seperti Prof Ching-Min Chen (NCKU), Prof Lisa McKenna (La Trobe University), dan Prof Angeline Bushy (University of Central Florida).

Prof Ferry mengingatkan bahwa keberhasilan riset tidak sebatas angka sitasi, h-index, atau peringkat. Melainkan kontribusi nyatanya terhadap kebijakan dan masyarakat.

Salah satu karya risetnya, IJEPA: Gray Area for Health Policy and International Nurse Migration, telah menjadi rujukan dalam dokumen kebijakan badan internasional seperti WHO, OECD, dan WTO. Selain itu, ia menginisiasi platform Pasar Kerja Perawat yang termanfaatkan secara luas oleh tenaga kesehatan.

Prof Ferry memberikan empat pesan mendasar bagi para mahasiswa. Yakni menentukan satu fokus bidang riset untuk ditekuni semester ini, menghubungi calon mentor atau kolaborator, merancang penelitian yang relevan dengan persoalan masyarakat, serta memberanikan diri mengirimkan artikel ke jurnal berdampak tinggi. “Stay relevant dengan kebutuhan komunitas,” pungkasnya.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .