UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan webinar Scholarship Preparation and Resource Knowledge (SPARK). Kegiatan tersebut berlangsung di Hall A, Gedung Soetandyo Wignjosoebroto, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR pada Jumat (25/9/2026).
SPARK menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi dan mempersiapkan diri mengikuti program beasiswa. Kegiatan tersebut membahas berbagai informasi beasiswa, termasuk kriteria penerima serta hal-hal yang perlu dipersiapkan calon pendaftar.
Dalam acara tersebut, BEM FISIP UNAIR mengundang tiga penerima beasiswa yang berbeda sebagai narasumber yakni Anggitia Retno Dewanti penerima beasiswa unggulan; Galih Pramana Putra penerima beasiswa Bakti BCA; dan Khumairok Nurissofwatin penerima beasiswa Djarum Plus.
Strategi Memilih Beasiswa
Dalam acara tersebut, ketiga pemateri membahas tentang strategi memilih beasiswa. Menurut mereka, salah satu strategi mencari beasiswa yang tepat adalah mengetahui apa yang calon penerima beasiswa butuhkan. Misalnya, apakah berfokus pada finansial atau networking.
Galih menyampaikan bahwa dalam mencari beasiswa, calon penerima harus mengetahui tentang visi atau nilai yang dianut oleh beasiswa tersebut.
“Hal ini penting karena dalam proses wawancara, pertanyaan yang diberikan biasanya berkaitan dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Dengan memahami nilai tersebut, kita dapat menjawab sesuai pengalaman dan menunjukkan kesesuaiannya dengan nilai-nilai yang kita pegang,” ungkapnya.
Selain itu, pemateri lain yakni Anggitia menambahkan bahwa sebagai penerima Beasiswa Unggulan, salah satu nilai yang ditonjolkan adalah nilai pendidikan. Sehingga koneksi yang didapatkan seputar dari dunia pendidikan.

“Beasiswa unggulan sendiri alumni-alumni yang dicari memang mereka yang memiliki ketertarikan lebih dalam pada bidang pendidikan, misalnya menjadi dosen, peneliti, atau guru. Namun, bukan berarti teman-teman yang tidak memiliki latar belakang atau rencana di bidang tersebut tidak memiliki kesempatan untuk mendaftar Beasiswa Mulai. Tetap ada kesempatan bagi siapa pun untuk mendaftar,” terangnya.
Prestasi dan Organisasi harus seimbang
Ketiga pemateri dalam acara tersebut menyampaikan bahwa dalam mendaftar beasiswa, nilai akademik dan organisasi harus seimbang. Kedua kriteria tersebut juga menjadi pertimbangan dalam mendaftar beasiswa.
Sementara itu, Khumairok Nurissofwatin menyampaikan tolak ukur pengalaman organisasi bukan hanya terukur dari banyaknya organisasi yang diikuti, tetapi peran yang diambil dalam organisasi tersebut.
“Aktif berorganisasi itu bukan sebanyak apa organisasi yang kalian ikuti atau sebanyak apa kegiatan yang kalian ikuti. Tetapi bagaimana kalian tuh berperan dalam organisasi itu, bagaimana kalian berkontribusi jadi yang dinilai adalah kedalaman keterlibatan kalian dalam sebuah organisasi,” katanya..
Sofi juga menambahkan prestasi bukan menjadi hal yang wajib tercantum dalam pendaftaran beasiswa. Akan tetapi hal ini akan menjadi nilai pembeda antara calon penerima beasiswa lain calon penerima juga dapat mencantumkan pengalaman lain. Seperti menjalankan bisnis, bekerja paruh waktu, atau mengikuti program magang.
Penulis: Damar Anargya Pratama
Editor: Yulia Rohmawati
