Guru Besar Ilmu Demografi Tekankan Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Kependudukan

37 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Guru Besar Ilmu Demografi dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Lutfi Agus Salim SKM MSi menyampaikan materi Harmonisasi Pemuda dan Pemerataan Kualitas SDM Masa Depan dalam seminar Airlangga Demography Festival  (ADFEST). Seminar inisiasi UKM Kependudukan itu berlangsung pada Minggu (20/9/2026) di Hall Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B. Kegiatan ini juga menghadirkan Taufik Daryanto SPsi MSc selaku Ketua Tim Kerja Humas dan Informasi Publik BKKBN Jawa Timur, serta Alfina Rahma, Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Surabaya.

Prof Lutfi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadapi bonus demografi. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipersiapkan sejak sekarang melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan terdidik, penyiapan tenaga kerja produktif, serta penciptaan lapangan kerja yang fleksibel dan terbuka.

Lebih lanjut, Prof Lutfi menjelaskan langkah yang dapat diambil adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, juga menyediakan lembaga keterampilan kerja dan informasi lapangan kerja, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif dan sosial.

Foto bersama pemateri dengan peserta ADFEST 2026 (Foto: UKM Kependudukan)

Jika bonus demografi tersebut gagal termanfaatkan, lanjutnya, maka Indonesia akan kesulitan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Situasi tersebut justru dapat menjadi beban bagi generasi selanjutnya.

“Jika kita gagal memanfaatkan the window of opportunity, Indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada tahap berikutnya. Belum mencapai kemakmuran, tetapi sudah menghadapi beban demografis baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Lutfi menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan kependudukan. Menurutnya, Mahasiswa perlu memahami dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kependudukan, serta mampu membawa isu tersebut ke ranah ilmiah melalui diskusi, kajian, dan karya ilmiah. 

“Kalau kita lihat, pemuda itu sebenarnya punya banyak peran dalam pembangunan kependudukan. Bisa sebagai pendukung, melakukan advokasi, kemudian menjadi pendorong dan penggerak di masyarakat. Selain itu, pemuda juga bisa menjadi lumbung pikir, memberikan layanan, dan yang tidak kalah penting adalah menjadi contoh atau teladan bagi orang-orang di sekitarnya,” terangnya.

Sebagai penutup, Prof Lutfi menegaskan dinamika kependudukan di Indonesia sangat beragam. Sehingga kebijakan kependudukan perlu menggunakan pendekatan yang bervariasi, sesuai dengan kondisi setiap wilayah. 

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .