Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, SCOLAH UNAIR Kolaborasi Buat Filter Air Sederhana

33 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus dipupuk oleh SCOLAH-UNAIR Mengajar. Melalui Departemen Social Empowerment and Development, organisasi mahasiswa ini kembali menerjunkan anggotanya dalam aksi pengabdian masyarakat bertajuk Joy On The Street (JOTS) Volume 3 pada Sabtu (19/9/2026).

Bertempat di kawasan pemukiman pinggir sungai Jalan Karah No. 194, RT 05/RW 06, Kecamatan Jambangan, Surabaya, acara yang mengusung tema “Mud to Magic: Menyulap Air Keruh Menjadi Bening Lewat Filter Alami” ini berfokus mengenalkan urgensi air bersih kepada anak-anak setempat.

Para peserta diajak mendalami konsep siklus air. Mulai dari tahap penguapan, kondensasi, presipitasi, hingga aliran air yang dimanfaatkan warga sehari-hari. Mereka menghubungkan pembelajaran dengan kondisi ekosistem sungai di sekitar tempat tinggal agar anak-anak tergerak untuk menjaga kebersihan sumber air.

“Kami ingin anak-anak bisa belajar tentang air bersih dengan cara yang menyenangkan dan tidak hanya melalui materi. Lewat praktik membuat filter air ini, mereka bisa langsung melihat bagaimana proses penyaringan air bekerja dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Marcella selaku Person in Charge (PIC) JOTS.

Usai mencerna teori, anak-anak merakit perangkat filtrasi sederhana secara mandiri. Menggunakan botol plastik bekas yang diisi susunan bertingkat dari kapas, arang, pasir silika, hingga batu kerikil, mereka menguji kemampuan lapisan tersebut dalam menjernihkan air sungai yang keruh.

Eksperimen ini berhasil memberikan pengalaman sensori secara langsung. Peserta dapat menyaksikan secara visual bagaimana perubahan air keruh yang perlahan berubah menjadi bening setelah menembus tiap tingkatan penyaring.

“Meskipun airnya terlihat jernih setelah disaring, kami beri pemahaman tegas bahwa air ini belum tentu aman untuk diminum. Ini murni media visual untuk mempelajari mekanismenya, bukan untuk menghasilkan air konsumsi,” tegas Marcella.

Keberhasilan agenda di ruang terbuka ini tak lepas dari dukungan tokoh masyarakat Karah, Sri Hartini. Sinergi antara mahasiswa UNAIR dan warga lokal ini membuktikan efektivitas pembelajaran berbasis lingkungan sosial (field learning).

Lewat JOTS Volume 3, SCOLAH-UNAIR Mengajar berharap benih kepedulian lingkungan dapat tertanam kuat pada generasi muda. “Kegiatan ini wujud komitmen kami untuk menghadirkan atmosfer belajar yang lepas dari kesan kaku. Kelas itu tidak harus beratap dan berdinding, lingkungan warga justru menjadi laboratorium belajar yang nyata,” pungkas Marcella.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top