RSKKA Terima Kunjungan Delegasi Staf Khusus Wapres RI, Bahas Penguatan Layanan Kesehatan Berbasis Maritim

18 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA).memperkuat komitmen pemerataan pelayanan kesehatan. Penguatan komitmen tersebut ditandai dengan adanya pembahasan dan diskusi bersama Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (5/10/2026) di Ruang Sidang Utama, Direktorat Riset dan Inovasi (DRI), Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR.

Direktur RSKKA, dr Agus Harianto SpB memaparkan perjalanan RSKKA dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah 3T. Sejak 2017, RSKKA telah menjalankan berbagai pelayanan kesehatan elektif dan tematik, pendidikan kesehatan, riset, hingga tanggap bencana.

RSKKA menjalankan bakti pengabdian di Pulau Sapeken, Sumenep, Madura. Pada pengabdian tersebut, relawan medis RSKKA membantu pelayanan operasi caesar terhadap 15 ibu hamil dalam waktu tiga minggu. 

dr Agus Harianto SpB memaparkan perjalanan RSKKA dalam memberikan pelayanan kesehatan (Foto: Humas UNAIR)

Agus berharap, pertemuan dengan staf khusus wakil presiden tersebut dapat membuka dukungan terhadap pengembangan layanan RSKKA. Termasuk menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). “Harapannya, kita mendapatkan dukungan untuk bisa masuk NTT dalam membantu fase rehabilitasi bencana dan mencegah terjadinya second disaster,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat juga harapannya dapat mencakup pendanaan alat kesehatan, obat habis pakai, serta dukungan relawan. Ke depan, RSKKA menargetkan pelayanan ke sejumlah wilayah kepulauan Maluku hingga Papua pada tahun 2027. 

“Kalau ada dukungan dana, kita bisa melanjutkan pelayanan hingga beberapa pulau. Kita juga mencoba menjalin kerja sama melalui pendayagunaan dokter spesialis (PGDS),” ungkapnya.

Pada akhir, Agus menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan di Indonesia perlu menyesuaikan karakter geografis wilayah. “Membangun kesehatan harus berbasis maritim, bukan kontinental. Jadi, konsepnya harus dibenahi,” pungkasnya.

Penulis: Maulya Afifah Zahra 

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .