Mahasiswa FKM UNAIR Raih Juara II Jujitsu di Politeknik Perkertaapian Madiun

49 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, Shabrina Nursahbani Tarigan, meraih Juara II Jujitsu Newaza System pada kejuaraan jujitsu di Madiun. Mahasiswa FKM UNAIR angkatan 2023 tersebut turun pada kategori usia 21 tahun ke atas dengan kelas berat badan di bawah 70 kilogram.

Kompetisi berlangsung pada Jumat-Minggu (2-4/10/2026) di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun. Shabrina membawa nama UKM Ju-Jitsu Airlangga dalam kompetisi yang diikuti atlet dari berbagai daerah itu.

Shabrina menjelaskan, jujitsu memiliki tiga sistem pertandingan, yakni Newaza System, Fighting System, dan Full Contact. Newaza System berfokus pada teknik kuncian, sedangkan Fighting System memadukan pukulan, tendangan, dan kuncian. Sementara itu, Full Contact menggunakan kekuatan penuh dalam pertandingan.

Sejak bergabung dengan jujitsu sekitar satu tahun lalu, Shabrina memilih menekuni Newaza System. Ia masih ingin memperdalam kemampuannya sebelum mencoba sistem pertandingan lainnya. “Saya memilih Newaza System karena lebih nyaman dengan teknik kuncian. Saya juga ingin lebih fokus mendalami bidang yang sudah saya tekuni,” jelasnya.

Kejuaraan di Madiun menjadi pengalaman tanding kedua bagi Shabrina. Ia mengaku menghadapi tekanan karena lawannya merupakan atlet berprestasi di Jawa Timur. “Saya merasa sangat tegang karena ini merupakan pertandingan kedua saya. Lawan yang saya hadapi juga juara Jawa Timur sehingga tekanan dan rasa gugup cukup besar,” ungkapnya.

Shabrina menjalani persiapan intensif selama dua bulan setelah memastikan diri mengikuti kejuaraan. Persiapan tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas akademiknya sebagai mahasiswa semester tujuh yang tengah mengerjakan skripsi.

Ia harus membagi waktu antara latihan dan perkuliahan tanpa mengorbankan kewajiban akademik. “Persiapan intensif saya lakukan selama dua bulan setelah memutuskan mengikuti pertandingan. Karena akademik tidak dapat dikorbankan, saya memilih mengurangi waktu istirahat,” tuturnya.

Shabrina Nursahbani Tarigan, mahasiswa FKM UNAIR, saat mengikuti kejuaraan jujitsu di Madiun bersama dengan UKM Jujitsu UNAIR (Foto: Istimewa)

Dalam proses tersebut, rekan-rekan UKM Jujitsu UNAIR menjadi bagian penting dari persiapan Shabrina. Mereka berlatih bersama, memberikan masukan terkait teknik, dan mendampinginya selama pertandingan. “Teman-teman yang ikut bertanding menjadi support system saya. Mereka menemani latihan dan memberikan masukan terkait hal yang perlu saya perbaiki,” tuturnya.

Shabrina mengaku target awalnya adalah meraih Juara I. Namun, capaian Juara II menjadi pengalaman yang mendorongnya untuk terus berkembang. Ia juga memiliki riwayat pertandingan dengan lawan yang dihadapinya kali ini. “Target utama saya tentu Juara I. Saya memiliki riwayat pertandingan dengan lawan tersebut, sehingga ada motivasi tersendiri untuk kembali meraih kemenangan,” ungkapnya.

Ke depan, Shabrina ingin mencoba Fighting System atau Full Contact sebelum lulus dari UNAIR. Ia juga mengajak mahasiswa UNAIR memanfaatkan masa perkuliahan untuk mencoba pengalaman di luar bidang akademik. “Mahasiswa hanya sekali menjalani masa perkuliahan. Karena itu, jangan terlalu terpaku pada satu bidang dan berani mencoba pengalaman baru,” pesannya.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top