UNAIR NEWS – Mengusung SDG 9, empat mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih juara satu lomba poster pada Senin (5/10/2026). Penghargaan itu mereka raih dalam kompetisi Visera National Competition oleh Universitas Negeri Malang (UM).
Naila Syifa Maheswari, Nabila Rahadatul Ais, Najjah Allodia Syah, dan Naila Syifa Zafita berkompetisi dalam perlombaan poster layanan publik. Ajang itu menjadi perlombaan sekaligus prestasi pertama mereka selama menjadi mahasiswa UNAIR.
Empati Tinggi sebagai Proses Pengajaran Teknologi
Dalam perlombaan itu, mereka mengangkat tema digital empathy dan elder literacy melalui poster berjudul Jangan Terburu-buru, Ajari Dulu. Persoalan ini mereka angkat karena melihat dari kondisi sekitar. Generasi muda tumbuh bersama teknologi, sedangkan banyak lansia kesulitan mengikutinya.
“Judul tersebut kami pilih karena dulu orang tua kita sabar mengajari kita, sekarang sudah saatnya kita membalas kesabaran itu dengan perlahan mengajari perkembangan teknologi saat ini,” ujar Nabila.
Sasaran layanan ini adalah generasi muda dan para pendamping lansia. “Dalam pengajaran yang diberikan, beri mereka (lansia) kesempatan untuk mencoba, bertanya, dan mengulangi sampai paham,” tambahnya.
Nabila juga menegaskan bahwa proses penyebaran teknologi terutama kepada lansia membutuhkan kesabaran dan empati tinggi. Mereka melihat lansia yang mahir dalam teknologi akhirnya merasa lebih terbantu dan nyaman.
SDG 9: Tantangan Inovasi Digital untuk Menjangkau Semua Usia
Tim memilih SDGs 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur) karena tujuan publikasi poster menyangkut teknologi dan pembangunan berkelanjutan. “Digitalisasi yang maju ini tidak hanya mengenai teknologinya saja. Perlu kita lihat bagaimana inklusivitasnya,” jelasnya.
Teknologi memiliki dua wajah, sebagai jembatan atau pemutus. Hal ini tergantung dari bagaimana pendampingan yang diberikan. Melihat dari kasus yang marak terjadi, lansia tanpa pendampingan rentan terpapar hoaks dan penipuan digital.
Kondisi ini memerlukan keseimbangan antara pesatnya perkembangan teknologi dan penerimaan secara merata dari semua generasi. “Kami ingin pendampingan bisa dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai mitigasi agar lansia mampu mengenali penipuan daring dan menggunakan media sosial dengan aman,” paparnya.
Tim juga berharap dengan hadirnya poster layanan ini mampu membantu masyarakat luas dalam memberikan pendampingan teknologi. “Dari poster ini kami sangat berharap kesenjangan digital antargenerasi perlahan bisa berkurang,” tutupnya.
Penulis: Qurrota A’yuni Latifa
Editor: Khefti Al Mawalia
