UNAIR NEWS – Perguruan tinggi mencetak jutaan pemikir dan melahirkan berbagai solusi. Namun, di tengah kehidupan yang semakin dinamis dan tantangan pembangunan yang kian kompleks, perguruan tinggi tidak lagi cukup menjadi tempat untuk mencetak sarjana semata. Pengetahuan yang lahir di ruang kelas perlu menemukan jalannya sebagai prasyarat krusial menuju solusi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Urgensi tersebut menjadi pijakan bagi hadirnya Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Konferensi ini menjadi pemantik lahirnya inovasi dari ekosistem pendidikan tinggi Indonesia sekaligus mendorong perguruan tinggi melangkah lebih jauh dalam memperkuat perannya bagi pembangunan bangsa.
Tridarma Menuju Kampus Berdampak
KPPTI 2026 mengusung tema Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis. Tema tersebut melanjutkan semangat KPPTI 2025 yang mendorong perguruan tinggi menjadi institusi yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berdampak.
Gagasan kampus berdampak melihat dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bukan semata-mata rangkaian kewajiban institusi. Ketiganya saling berkelindan untuk menghasilkan kontribusi yang menjawab persoalan nyata, mulai dari penguatan sumber daya manusia, riset dan inovasi, kebijakan, hingga pembangunan wilayah.
Karena itu, KPPTI 2026 secara simultan membawa pembahasan yang lebih mendalam daripada sekadar transformasi yang selama ini digaungkan. Forum ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), perguruan tinggi kementerian/lembaga (PTKL), dan perguruan tinggi luar negeri (PTLN) bersama pemerintah, industri, mitra internasional, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi.
Merawat Geliat Inovasi dan Kolaborasi
Pada tahun ini, Universitas Airlangga (UNAIR) didapuk sebagai tuan rumah KPPTI 2026. Konferensi berlangsung selama tiga hari, Selasa (10/11/2026) hingga Kamis (12/11/2026). Rangkaian agenda mencakup keynote session, plenary session, diskusi tematik, pameran sains, teknologi, dan seni, networking forum, hingga coaching clinic layanan pendidikan tinggi.
Salah satu ruang yang menjadi perhatian ialah Higher Education Science, Technology and Arts Exhibition with Innopreneurial Mindset. Pameran ini mempertemukan karya dan inovasi perguruan tinggi dengan calon mitra dari industri, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak lain. Peserta dapat melihat prototipe teknologi, karya seni, startup, produk hilirisasi, hingga praktik pembelajaran yang telah berjalan.
KPPTI juga menargetkan keluaran yang dapat menjadi pijakan setelah konferensi berakhir. Forum ini menghimpun masukan untuk Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045, menyusun policy brief per subtema, memperkuat jejaring PTN-PTS-PTKL-PTLN dengan industri dan mitra internasional, serta menghasilkan komitmen bersama ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.
Sebagai penutup, KPPTI 2026 bukan semerta-merta tempat bertukar gagasan selama tiga hari. Forum ini menjadi ajang untuk melihat bagaimana pendidikan tinggi dapat bergerak dari pengetahuan menuju inovasi, dari inovasi menuju kolaborasi, dan dari kolaborasi menuju dampak nyata bagi kemandirian bangsa menuju Indonesia 2045.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Khefti Al Mawalia
