Perwakilan Wisudawan Tekankan Pentingnya Keseimbangan Ilmu dan Kepekaan Sosial

39 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – “Ilmu membuat kita cerdas, tetapi empati dan hati yang mulialah yang menjadikan kita berharga”. Pesan mendalam itu disampaikan Abigail Ulil Albab Affendi, perwakilan wisudawan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), pada Wisuda Periode 264 di Airlangga Convention Center, Sabtu (10/10/2026).

Lewat pidatonya, Abigail menggali kembali ingatan wisudawan pada jejak panjang perjuangan mereka. Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengembaraan belajar yang tak usai.

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kepekaan sosial. Proses pendidikan di perguruan tinggi sejatinya membentuk mahasiswa menjadi pribadi utuh yang mampu memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Mengutip frasa the wound is the place where the light enters you, Abigail menyebut luka kehidupan sebagai ruang pendewasaan diri.

“Proses perjalanan ini bukan sekadar memuaskan ilmu dan ego, melainkan menjadi manusia yang mampu memanusiakan manusia lainnya. Di balik luka kehidupan, kita belajar bahwa di situlah terdapat celah bagi cahaya terang untuk masuk dan memperbaiki jiwa kita,” ujarnya.

Ia juga menghaturkan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, tenaga kependidikan, serta kedua orang tua yang tak henti melangitkan doa di setiap langkah perjuangan para wisudawan.

“Terima kasih kepada ayah dan bunda yang senantiasa hadir dalam setiap doa. Gelar dan pencapaian hari ini adalah bentuk persembahan kecil untuk menangkap kejayaan serta kemuliaan orang tua kita,” tuturnya penuh haru.

Momen kelulusan menandai bergesernya peran mahasiswa menuju fase perjuangan baru. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr Andik Fadjar Tjahjono Dra Msi, Wakil Ketua PW Jatim Penasehat Komisariat FISIP. “Kalian resmi menyandang status alumni, maka kini lulusan harus siap mengemban tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Dr Andik.

Dr Andik Fadjar Tjahjono Dra Msi, Wakil Ketua PW Jatim Penasehat Komisariat FISIP (Foto: Humas UNAIR)

Lebih lanjut, ia mengapresiasi capaian UNAIR yang sukses mengukuhkan posisi di peringkat tiga besar nasional, 276 dunia versi QS WUR, dan nomor satu di Indonesia dalam pencapaian SDGs. Namun, lebih dari itu, nama besar almamater tidak hanya soal peringkat saja. Melainkan dihidupkan melalui kontribusi sosial dan pengabdian di tengah publik.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian di tengah masyarakat harus tetap mempererat silaturahmi dan memberikan kontribusi terbaik untuk membangun peradaban mulia. Mari menjadi anggota IKA UNAIR yang beradab, berilmu, dan tanpa melupakan akhlak mulia dengan memegang teguh moto Excellence with Morality,” pungkas Dr Andik.

Penulis: M Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top