UNAIR NEWS – Tantangan geopolitik dan geostrategis yang kian dinamis menuntut seorang perwira militer tidak hanya mengandalkan jiwa patriotik, tetapi juga kapabilitas intelektual yang mumpuni. Situasi tersebut menjadi landasan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda (Laksda) TNI Dr Yayan Sofiyan ST MSi CHRMP MTr Opsla untuk terus melanjutkan pendidikan hingga menyandang gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR).
Pria yang menyelesaikan studi S3 dalam waktu 2 tahun 6 bulan tersebut mengutarakan rasa syukurnya dapat menuntaskan pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari rekan-rekannya yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para prajurit untuk menuntut ilmu.
Tuntutan Geopolitik dan Refleksi Sejarah
Menjelaskan alasannya kembali ke bangku perkuliahan, Laksda Yayan mengungkapkan bahwa perkembangan situasi nasional, regional, maupun global ke depan membutuhkan sosok perwira yang profesional, berakhlak, serta berwawasan luas.
“Perkembangan geopolitik dan geostrategis saat ini menuntut seorang perwira tidak hanya berjuang secara patriotik, tetapi juga profesional, memiliki intelektualitas, serta kompetensi yang sesuai dengan dinamika zaman,” ungkapnya.
Refleksi ini berangkat dari pengalaman panjangnya selama bertugas memimpin di lebih dari 23 kapal perang TNI AL dan menjelajahi wilayah Nusantara. Bagi Yayan, kekayaan alam serta keunggulan strategis Indonesia telah menjadi daya tarik dunia sejak masa kolonial. Oleh karena itu, persatuan bangsa harus terus dijaga dari ancaman provokasi dan perpecahan, khususnya di era informasi modern saat ini.
“Teknologi dan media sosial yang kita miliki seharusnya dipergunakan untuk menimba ilmu, memperkuat persatuan, dan memajukan negara, bukan untuk menghasut,” tegasnya.
Barometer Pendidikan Berbasis Patriotisme
Selama menempuh studi di Sekolah Pascasarjana UNAIR, Yayan melihat langsung kualitas tenaga pengajar, dosen, dan guru besar yang berdedikasi tinggi. Ia berharap UNAIR terus memperkokoh posisinya sebagai barometer pendidikan tinggi yang mampu menarik mahasiswa. Baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Ia juga menekankan bahwa setiap ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di kampus kebanggaan ini harus terwujud dalam tindakan nyata yang berlandaskan nilai keimanan. Untuk itu, ia berharap agar UNAIR terus melahirkan generasi cerdas dan memiliki jiwa patriotisme.
“Harapannya, Universitas Airlangga dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Baik di bidang ekonomi, teknologi, maupun industri,” tutup Yayan.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
