UNAIR NEWS — Mengimbangi jadwal padat sebagai pejabat publik sekaligus menyelesaikan pendidikan S3 tentu bukan perkara mudah. Namun, hal tersebut berhasil terlaksana oleh Dr Agust Jovan Latuconsina MSi (Han). Ia adalah Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yang resmi menyandang gelar doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR).
Dari deretan para wisudawan, kehadiran pria yang juga menjabat sebagai Wasekjen Partai Demokrat ini menarik perhatian. Perjalanannya meraih gelar tertinggi akademis ini memakan waktu 4 tahun 11 bulan 23 hari, sebuah proses panjang yang dimulai tepat saat badai pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2021 lalu.
Fleksibilitas Perkuliahan Hybrid jadi Penyelamat
Jovan menceritakan, awal pendaftarannya ke UNAIR bertepatan dengan masa penyesuaian besar-besaran akibat pandemi. Selain karena reputasi UNAIR yang sudah mendunia, sistem perkuliahan yang ditawarkan menjadi alasan utama ia memantapkan pilihan.
“Saat pandemi COVID-19, UNAIR menawarkan fleksibilitas lewat sistem hybrid. Kesempatan ini sangat terasa manfaatnya karena saya bisa membagi waktu di sela-sela kesibukan pekerjaan tanpa harus mengorbankan perkuliahan,” kenangnya.
Pengalaman berinteraksi dengan para dosen yang kompeten serta dinamika akademik bersama rekan-rekan seangkatannya di S3 PSDM menjadi momen berharga yang mengubah cara pandangnya.
Angkat Riset Pemilih Gen Z dan Demokrasi Digital
Tak sekadar mengejar gelar, ilmu yang Jovan dapatkan dari bangku perkuliahan langsung diimplementasikan ke dalam ranah kerjanya. Dalam disertasinya, ia meneliti fenomena perilaku pemilih muda pada Pemilu 2024. Penelitiannya berfokus pada bagaimana demokrasi digital, operasi politik, dan kontestasi politik memengaruhi partisipasi politik generasi Z.
“Riset dan data yang kami kumpulkan ini tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga bisa menjadi database penting untuk memahami pola perilaku pemilih pada pemilu-pemilu mendatang serta memperkaya studi akademis di bidang SDM dan politik,” jelasnya.
Di usianya yang menginjak 47 tahun, Jovan ingin kelulusannya ini menjadi pemantik semangat bagi para generasi muda dan sesama alumni UNAIR. Menurutnya, batasan usia bukanlah alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.
“Kalau saya di umur 47 tahun bisa mendapatkan gelar doktor, kalian juga pasti bisa. Kalau di masa pandemi yang penuh tantangan saya bisa tetap bersemangat sampai lulus, kalian pun tidak boleh patah semangat,” tegasnya penuh optimisme.
Ia juga berpesan agar para lulusan UNAIR tidak cepat memuaskan diri dalam menuntut ilmu. “Generasi muda, gantungkan cita-cita setinggi langit. Ingatlah bahwa belajar itu tidak pernah ada kata berakhir,” pangkasnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
