UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DSITD) mendorong penguatan kolaborasi sivitas akademika dalam menjaga keamanan siber dan resiliensi digital kampus. Upaya tersebut disampaikan oleh Sekretaris DSITD UNAIR, Yutika Amelia Effendi, SKom MKom dalam Workshop Sinergi Keamanan Siber dan Resiliensi Digital Kampus yang berlangsung di ruang Bima Suci Hall, Lt 2 Gedung Airlangga Convention Center pada Senin (12/10/026).
Kolaborasi Sivitas Akademika dalam Menjaga Keamanan Siber
Yutika menjelaskan bahwa pengelolaan keamanan digital di lingkungan universitas membutuhkan dukungan berbagai pihak. DSITD tidak hanya bertanggung jawab atas keamanan domain dan situs web, tetapi juga mengelola berbagai layanan digital, termasuk pengembangan aplikasi dan email universitas. Dengan banyaknya sistem yang harus dikelola, kolaborasi dengan fakultas, unit kerja, dan mahasiswa menjadi hal penting.
“Target kami dari DSITD adalah bagaimana caranya untuk bapak ibu dari fakultas ataupun unit kerja dan juga teman-teman mahasiswa, dapat membantu kami di DSITD jika ada serangan cyber yang terjadi pada domain UNAIR yang dikelola oleh fakultas atau unit kerja,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan sivitas akademika adalah melaporkan situs web atau domain yang sudah tidak aktif. Domain yang tidak lagi digunakan perlu dievaluasi agar tidak menjadi celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Menurut Yutika, domain yang tidak aktif berpotensi memiliki kerentanan lebih tinggi apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pelaporan dari fakultas dan unit kerja diperlukan agar DSITD dapat mengambil langkah pencegahan sebelum kerentanan tersebut berkembang menjadi serangan siber.
Penguatan Literasi dan Pemantauan Kerentanan Digital
Lebih lanjut, Yutika menekankan bahwa serangan siber dapat terjadi kapan saja, termasuk di luar jam kerja dan masa libur. Ia mencontohkan serangan saat Idul Fitri tahun ini yang menyebabkan sejumlah layanan digital UNAIR, termasuk e-learning dan Cyber Campus, mengalami gangguan sehingga pengguna tidak dapat mengakses. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan keamanan secara berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak dalam mengantisipasi potensi serangan siber.
Melalui workshop ini, DSITD mendorong peningkatan kesadaran sivitas akademika terhadap keamanan informasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga layanan digital kampus. “Semoga nanti Bapak Ibu di fakultas dan unit kerja dan teman-teman mahasiswa itu bisa membantu kami di DSTD mengenai keamanan informasi dan bagaimana kita menjaga seluruh domain aplikasi yang ada di Universitas Airlangga,” tegasnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga menghadirkan pembicara dari EC-Council, Agata Safira, dalam sesi workshop membangun awareness terkait keamanan siber dan resiliensi digital di era AI. Sementara pembicara kedua Koordinator Red Team CSIRT/DSITD, Mardianta Putra Anggara, memberikan sosialisasi terkait platform terbaru dari DSITD, RADAR, yang berfungsi memudahkan proses monitoring kerentanan dan respons insiden cyber di lingkungan UNAIR.
Penulis: Katara Joy Kurniawan
Editor: Yulia Rohmawati
