Foto Fiya (tengah) beserta rekannya yaitu Adhwa (kiri) dan Kirana (kanan) saat berhasil menjuarai lomba BMC di Universitas Brawijaya pada Minggu (4/10/2026). (Foto: Humas UNAIR)

Mahasiswa FEB UNAIR Ciptakan Platform Pariwisata Ramah Disabilitas

87 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Empat mahasiswa FEB UNAIR berhasil meraih prestasi di ajang lomba Business Model Canvas (BMC) dalam kompetisi TOBUTIVE 2026 (Tourism Business Creative). Fitri Nur Alfiyah (Ilmu Ekonomi 2025) beserta ketiga rekannya, yaitu Kayla Garnetha Natania (Manajemen 2025), Kirana Wilda Amalia (Ekonomi Islam 2025), dan Adhwa Khaira Latifa (Ekonomi Islam 2025), sukses meraih juara pertama pada lomba BMC pada Minggu (4/10/2026).

Fiya mengungkapkan bahwa keikutsertaannya berawal dari permasalahan yang ada dalam sektor pariwisata. “Kami membuat inovasi yang belum pernah dikembangkan sebelumnya. Yaitu sebuah konsep agar kelompok disabilitas bisa terintegrasi dengan suatu tempat pariwisata,” ungkapnya.

Fiya beserta rekannya berhasil menggagas sebuah platform pariwisata inklusif bagi kaum disabilitas. Tujuannya, agar mereka bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mudah dalam berwisata. 

“Kami percaya bahwa kaum disabilitas punya hak setara untuk berwisata, tetapi banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari ketersediaan akses dan fasilitas yang mendukung. Jadi, kami mencoba menawarkan solusi melalui platform yang kami kembangkan,” ungkap Fiya.

Tidak hanya itu, platform yang Fiya dan rekan buat itu bisa memberikan beberapa rekomendasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. “Dalam platform tersebut, kami juga menawarkan tour guide yang tentu saja berpengalaman. Selain itu, pengguna juga dapat menyusun itenary melalui platform kami.” 

Tantangan dalam Prosesnya

Proses persiapan yang dijalani oleh Fiya beserta rekan timnya cukup panjang. Mereka mulai berdiskusi dari awal penyusunan ide, brainstorming ide, menyusun value, hingga menentukan model bisnis.

Fiya mengungkapkan bahwa ia memiliki tantangan tersendiri saat mengembangkan gagasannya itu. “Karena idenya berupa platform digital, saya cukup kesulitan saat mengembangkan aplikasinya. Hal ini karena banyak prototipe yang harus saya pelajari. Setelah melalui proses revisi panjang, akhirnya saya bisa beradaptasi dengan cepat dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut,” jelas Fiya

Sebelumnya, Fiya juga sempat beberapa kali mengikuti lomba bisnis yang sejenis, seperti BMC, business plan, dan lainnya. Namun, pada saat itu ia masih kurang berpengalaman dan perlu belajar banyak. “Saya bahkan baru tahu cara menerapkan BMC ketika menginjak masa PDB. Berangkat dari situ, saya akhirnya memutuskan untuk mencari UKM yang sekiranya bisa memperdalam kemampuan saya terkait kompetisi bisnis.”

Ia akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan ACSES (Association of Sharia Economics Studies), sebuah UKM-F Penalaran yang ada di FEB UNAIR. “Saya tergabung dalam divisi yang memang berfokus pada lomba bisnis. Alhamdulillah, di sana saya bisa bertumbuh dan berkembang bersama teman-teman yang sangat suportif,” tutur Fiya

Fiya berkeinginan untuk bisa mencoba berbagai jenis lomba bisnis yang belum pernah diikutinya. Ia juga berharap agar bisa terus berprestasi dalam perlombaan yang sejalan dengan arah kariernya ke depan.

Penulis: Niken Dara Fesya

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top