Foto dokumentasi tim Ctrl+Alt+Elite yang terdiri dari Velisa Dwi Agustin, Mairisa Rahma Zainia, Rafalen Labibsani Farisqha, dan Rafida Arsya Wardani. (Foto: Istimewa)

EquiTask AI, Inovasi Mahasiswa UNAIR untuk Asesmen Inklusif

83 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Ctrl+Alt+Elite Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan EquiTask AI, sebuah platform asesmen otomatis berbasis AI yang membantu guru menyusun asesmen dalam mendukung pendidikan inklusif. Tim tersebut membawa inovasi ini dalam kategori Inovasi Teknologi Digital Pendidikan pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026. 

Tim Ctrl+Alt+Elite terdiri atas Velisa Dwi Agustin, Mairisa Rahma Zainia, Rafalen Labibsani Farisqha, dan Rafida Arsya Wardani. Ketiganya berasal dari D4 Teknik Informatika Fakultas Vokasi, sementara Mairisa berasal dari S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan UNAIR. 

EquiTask AI membantu guru menyiapkan asesmen bagi siswa reguler maupun siswa dengan gangguan kognitif. Platform ini memanfaatkan sistem Sequential Multi-Agent Pipeline yang melibatkan agen kurikulum, agen psikologi ABK, agen penyetara bobot, dan agen validator. Keempat agen tersebut bekerja untuk memastikan penyesuaian soal tidak sekadar menyederhanakan soal, tetapi tetap mempertahankan kompetensi yang hendak diukur. 

“Untuk siswa dengan gangguan kognitif, terkadang soal yang diberikan perlu disesuaikan. Tetapi penyesuaian tersebut juga tidak boleh membuat kompetensi yang diukur menjadi lebih rendah,” jelas Mairisa.

Meskipun teknologi AI telah banyak digunakan untuk membantu pembuatan soal, guru tetap perlu memberikan instruksi secara spesifik dan memeriksa kembali kesesuaian hasilnya. Kondisi tersebut mendorong tim Ctrl+Alt+Elite menghadirkan sistem yang dapat membantu proses penyesuaian sekaligus pengecekan soal.

“Kami ingin membuat sebuah sistem yang bukan hanya menghasilkan soal menggunakan AI, tetapi juga membantu proses penyesuaian dan pengecekan soal tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa, tanpa menghilangkan kompetensi yang ingin dicapai,” tambah Mairisa.

Pengembangan EquiTask AI telah berlangsung sejak Mei 2026. Tim memulai prosesnya dengan menentukan permasalahan, merumuskan konsep, menyusun proposal, hingga membuat prototype untuk mengikuti seleksi internal UNAIR. Setelah berhasil lolos, tim melanjutkan pengembangan EquiTask AI untuk mengikuti Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 tingkat nasional.

Pada tahap penyisihan, tim mengunggah karya pada 17 Juli 2026. Selanjutnya, pada 1 September 2026, Ctrl+Alt+Elite menerima kabar bahwa mereka berhasil lolos ke tahap final LIDM 2026. Saat ini, tim tengah menyempurnakan aplikasi melalui pengembangan fitur, validasi, dan user testing bersama guru serta siswa di sekolah inklusif sebagai persiapan menuju babak final pada November mendatang.

Bagi tim Ctrl+Alt+Elite, keikutsertaan dalam LIDM 2026 bukan sekadar upaya meraih prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan EquiTask AI agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Mereka berharap inovasi tersebut dapat terus berkembang dan membantu menciptakan proses asesmen yang lebih inklusif bagi guru maupun siswa.

“Pendidikan yang adil bukan selalu tentang memberikan hal yang sama, tetapi memberikan kesempatan yang sesuai bagi setiap siswa,” pungkas Mairisa.

Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top