UNAIR NEWS – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar penyuluhan pencegahan dan deteksi dini diabetes melitus (DM) bagi 50 lansia di Aula Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dosen FIKKIA Banyuwangi dr Kurnia Alisaputri Sp PD sebagai pemateri dalam rangkaian bakti sosial untuk memperingati Dies Natalis ke-72 UNAIR.
Kenali Gejala dan Faktor Risiko Diabetes
Dalam penyuluhan tersebut, dr Kurnia Alisaputri Sp PD menjelaskan DM sebagai kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah atau hiperglikemia. Ia memaparkan tiga gejala klasik diabetes, yaitu poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (sering merasa haus), dan polifagia (sering merasa lapar meskipun sudah makan).
“Diabetes melitus atau yang sering dikenal masyarakat sebagai penyakit kencing manis, adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia),” jelasnya.
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, antara lain obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola hidup keluarga yang kurang sehat, dan pertambahan usia. Pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, tes toleransi glukosa oral, dan HbA1c dapat membantu mendeteksi diabetes sesuai kriteria medis.
Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Komplikasi
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, gangguan penglihatan, kerusakan saraf, hingga gangguan fungsi ginjal. Untuk itu, pencegahan dan pengelolaan diabetes perlu menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok lanjut usia.
Dalam materinya, dr Kurnia menekankan empat upaya pencegahan diabetes. Antara lain pengaturan nutrisi sesuai kebutuhan, aktivitas fisik selama 30 menit per hari, edukasi kesehatan bersama dokter, dan pengendalian berat badan.
“Pencegahan penyakit kencing manis dapat dilakukan melalui terapi nutrisi sesuai kebutuhan, latihan fisik 30 menit per hari, edukasi dokter dengan pasien, dan pengendalian berat badan,” paparnya.

Bagi lansia yang telah terdiagnosis diabetes, kepatuhan konsumsi obat sesuai anjuran dokter dan melakukan perawatan kaki juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit.
Dukung Kualitas Hidup
Selain edukasi kesehatan, perhatian terhadap kesejahteraan lansia turut menjadi bagian penting dalam kegiatan sosial masyarakat. Lurah Karangrejo, Yuda Teguh Siswanto SS, menyoroti pentingnya interaksi dan kepedulian terhadap lansia melalui program pendampingan.
“Yang namanya teman itu harus sering ngobrol, saling memperhatikan, saling peduli, saling memberi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan lansia memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tingkat RT dan RW hingga kelurahan dan kecamatan. Interaksi yang berkelanjutan diharapkan membantu lansia merasa diperhatikan dan memperoleh dukungan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, DWP UNAIR berupaya meningkatkan pemahaman lansia mengenai pencegahan dan deteksi dini diabetes sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat untuk menjaga kualitas hidup.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Yulia Rohmawati
