UNAIRNEWS – Produk buatan kader SMART Kader Posyandu Prafi, Papua Barat, terus dikembangkan, termasuk melalui perbaikan kemasan. Para kader mulai mencoba penggunaan vacuum sealer untuk mengemas produk pangan mereka, dengan harapan kualitasnya lebih terjaga dan produk semakin siap dipasarkan.
Uji coba ini menjadi bagian dari pendampingan Program SMART Kader Posyandu oleh Tim 3 Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dari Universitas Airlangga. Melalui kegiatan tersebut, kader belajar memanfaatkan alat pengemasan untuk mendukung usaha berbasis pangan lokal.
Vacuum sealer bekerja dengan mengeluarkan sebagian besar udara dari kemasan, kemudian merekatkan bagian pembukanya. Penggunaannya dapat membantu menjaga mutu sejumlah jenis pangan apabila disertai pemilihan kemasan, proses produksi, dan penyimpanan yang tepat. Namun, kemasan vakum tidak mensterilkan makanan atau otomatis membuat semua produk aman disimpan pada suhu ruang.
Bagi kader, pengemasan menjadi bagian penting dari perjalanan produk menuju konsumen. Makanan yang dibuat dengan bahan lokal dan resep yang baik juga membutuhkan kemasan yang sesuai agar terlindungi selama penyimpanan dan pengiriman.
Ketua Tim, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., berharap keterampilan ini membantu kader meningkatkan kualitas produk sekaligus kepercayaan diri dalam menjalankan usaha. Anggota makin semangat, anggota tim terdiri dari : Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Imeldawati Tambunan, S.KM.; Anggun Anggifosari, S.I.Kom.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; dan Widyasari Yuni Agustin, S.T.
“Produk kader punya potensi untuk berkembang. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan sampai tahap pengemasan. Kami ingin ibu-ibu mampu memilih kemasan yang sesuai, menggunakan alat dengan benar, dan memahami cara penyimpanannya, supaya kualitas produk lebih terjaga ketika sampai kepada pembeli,” ungkap salah satu tim.
Dalam pengembangan berikutnya, penggunaan vacuum sealer perlu disesuaikan dengan karakter setiap produk. Keripik, misalnya, memerlukan pengaturan agar tekanan vakum tidak membuatnya mudah remuk. Sementara itu, produk basah dan olahan daging seperti bakso, tahu bakso, atau nugget tetap membutuhkan penyimpanan dingin atau beku sesuai karakter produknya. Pengemasan vakum tidak menggantikan kebutuhan tersebut.
Lailatul, salah satu kader SMART Posyandu, berharap keterampilan pengemasan dapat membantu produk kelompoknya tampil lebih menarik dan lebih siap dijual.
“Kami ingin makanan yang sudah dibuat dengan sungguh-sungguh bisa sampai ke pembeli dalam kondisi baik. Dengan belajar memakai alat ini, kami jadi punya bekal untuk memperbaiki kemasan. Harapannya, pembeli semakin percaya dan mau memesan lagi,” tuturnya.
Meski tujuan uji coba adalah membantu menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan, keberhasilannya tetap perlu dievaluasi. Lama penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa tidak bisa ditetapkan hanya berdasarkan tampilan kemasan yang rapat. Pengamatan serta pengujian yang sesuai diperlukan sebelum kader menyampaikan klaim daya simpan kepada konsumen.
Kegiatan ini dapat dikaitkan dengan SDGs 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan keterampilan usaha kader dan pengembangan peluang pendapatan keluarga. Perbaikan pengemasan juga sejalan dengan SDGs 12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama dalam upaya mengurangi produk pangan yang rusak atau terbuang. Kaitan tersebut merupakan arah kontribusi program, sementara dampaknya perlu dinilai melalui perkembangan usaha dan hasil evaluasi produk.
Dr. Muthmainnah berharap pendampingan berlanjut pada pencatatan produksi, pemberian label, penetapan cara penyimpanan, dan pemasaran. Dengan demikian, kader memiliki bekal yang lebih lengkap untuk mengelola usaha secara mandiri.
“Harapan kami, alat ini digunakan secara rutin dan dirawat bersama. Dari keterampilan sederhana seperti mengemas produk, kita ingin tumbuh usaha kader yang lebih tertata, menjaga mutu, dan memberi manfaat bagi keluarga,” ujarnya.
Melalui uji coba vacuum sealer, kader SMART Posyandu Prafi mengambil langkah untuk memperkuat usaha mereka. Produk lokal diharapkan semakin siap menjangkau pembeli, dengan kemasan yang sesuai dan kualitas yang terus diperbaiki.
Penulis: Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes.,
Editor: Khefti Al Mawalia
