Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Perspektif Terkini tentang Tuberkulosis Unggas pada Burung Domestik dan Liar: Diagnosis Molekuler, Surveilans Genomik, dan Tantangan Vaksinasi

27 Views•2 minutes read

          Tuberkulosis unggas (avian tuberculosis/ATB) merupakan penyakit infeksi kronis pada unggas yang disebabkan oleh Mycobacterium avium subsp. avium dan tersebar luas di berbagai wilayah di dunia. Penyakit ini memberikan dampak serius terhadap kesehatan unggas dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama akibat penurunan kondisi tubuh, penurunan produksi telur, dan peningkatan mortalitas, khususnya pada unggas muda atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Selain itu, ATB memiliki risiko zoonotik oportunistik, terutama pada manusia dengan kondisi imunokompromais, sehingga menegaskan relevansinya dalam kerangka One Health.

Tinjauan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai ATB yang mencakup etiologi, epidemiologi, patogenesis, gejala klinis, metode diagnosis, faktor risiko, dampak ekonomi, serta upaya pencegahan dan pengendalian. Berbeda dengan tinjauan sebelumnya, kajian ini mengintegrasikan temuan terkini mengenai pola epidemiologi, aspek zoonotik, serta pendekatan diagnosis dan pengendalian yang berkembang untuk memberikan perspektif mutakhir mengenai ATB pada populasi burung domestik maupun liar. Penularan infeksi dapat terjadi melalui konsumsi pakan atau air yang terkontaminasi, paparan aerosol, serta kontak langsung maupun tidak langsung dengan unggas terinfeksi atau burung liar yang berperan sebagai reservoir.

Diagnosis ATB umumnya memerlukan pendekatan multimodal yang meliputi evaluasi klinis, pemeriksaan histopatologi, pewarnaan tahan asam, kultur bakteri, metode molekuler, dan serologi. Mengingat efektivitas terapi farmakologis yang terbatas, strategi pengendalian difokuskan pada penerapan biosekuriti, peningkatan sanitasi lingkungan, isolasi atau pemusnahan unggas terinfeksi, serta pengembangan vaksin.

Tinjauan ini menekankan pentingnya penerapan strategi pengendalian terpadu untuk membatasi penyebaran penyakit, mempertahankan kesehatan unggas, mengurangi risiko zoonotik, dan meminimalkan dampak ekonomi. Kajian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan strategi surveilans dan pengendalian ATB yang lebih efektif melalui sintesis pengetahuan terkini serta identifikasi kesenjangan penelitian yang masih perlu dikaji lebih lanjut.

Penulis : Yulianna Puspitasari

Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat pada artikel kami di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42375448

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top