Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Perspektif Global tentang Infectious Coryza: Patologi, Imunitas, dan Dampak Ekonomi pada Ayam

26 Views•2 minutes read

Infectious coryza merupakan infeksi saluran pernapasan akut pada ayam (Gallus gallus domesticus) yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif Avibacterium paragallinarum dari famili Pasteurellaceae. Penyakit ini sangat menular dan telah tersebar luas di berbagai wilayah dunia, dengan tingkat kejadian yang relatif tinggi di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Manifestasi klinis yang umum meliputi pembengkakan sinus infraorbital, eksudat nasal, konjungtivitis, serta penurunan performa produksi, baik berupa gangguan pertumbuhan pada ayam pedaging maupun penurunan produksi telur pada ayam petelur.

Infeksi dapat berlangsung secara akut, subklinis, maupun kronis, bergantung pada virulensi strain bakteri, sistem imun inang, dan faktor lingkungan. Secara patologis, penyakit diawali dengan kolonisasi bakteri pada epitel saluran pernapasan bagian atas, yang kemudian memicu aktivasi respons inflamasi lokal dan menyebabkan infiltrasi neutrofil serta limfosit, edema mukosa, dan peningkatan sekresi mukus. Imunitas yang terbentuk bersifat spesifik terhadap serotipe, sehingga penggunaan vaksin yang sesuai dengan serotipe yang bersirkulasi di suatu wilayah merupakan salah satu upaya pencegahan utama. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung antarayam, aerosol, maupun benda yang terkontaminasi (fomites), dengan tingkat penyebaran dipengaruhi oleh kepadatan populasi, sanitasi kandang, dan perpindahan ayam antarpeternakan. Faktor predisposisi lainnya meliputi stres, adanya infeksi sekunder, dan manajemen lingkungan yang tidak optimal.

Diagnosis ditegakkan melalui kombinasi pengamatan klinis, isolasi dan kultur bakteri, pemeriksaan serologis, serta metode molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk membedakannya dari penyakit pernapasan lain dengan gejala serupa. Pengendalian yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup vaksinasi berbasis serotipe, penerapan biosekuriti yang ketat, manajemen kandang yang baik, serta upaya meminimalkan stres pada ayam. Secara ekonomi, infectious coryza menyebabkan kerugian yang signifikan akibat penurunan produktivitas serta peningkatan biaya pengobatan dan pencegahan. Tinjauan ini bertujuan menyajikan perkembangan terkini mengenai epidemiologi, mekanisme patogenesis, gambaran klinis, metode diagnosis, terapi, dan strategi pengendalian infectious coryza, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan prospek penelitian di masa mendatang.

Penulis : Yulianna Puspitasari

Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat pada artikel kami di: https://www.advetresearch.com/index.php/AVR/article/view/2571

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top