Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Mindful Yoga Therapy For Elderly Depression: Community-Based Nonpharmacological Approach; [Terapia de yoga con atencin plena para la depresin en adultos mayores: un enfoque comunitario no farmacolgico]

30 Views•3 minutes read

Depresi pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum, namun sering kali tidak terdiagnosis atau tidak ditangani secara optimal. Seiring bertambahnya usia, lansia menghadapi berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memicu gejala depresi. Depresi pada lansia merupakan masalah kompleks yang memerlukan pendekatan holistik dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya (1). Depresi pada lansia sering kali tidak terdeteksi. Gangguan depresi ditandai dengan rasa sedih, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau rasa percaya diri yang rendah, gangguan tidur atau nafsu makan, kelelahan, dan kurangnya konsentrasi (2).

Berbagai faktor berkontribusi terhadap timbulnya depresi pada lansia, termasuk perubahan biologis akibat proses penuaan, penyakit kronis yang menurunkan kualitas hidup, kehilangan pasangan, pensiun, berkurangnya peran sosial, dan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari (3). Jika tidak ditangani dengan baik, depresi dapat meningkatkan risiko disabilitas, memperburuk komorbiditas medis, meningkatkan beban keluarga, bahkan meningkatkan risiko bunuh diri pada lansia (4). Kondisi ini menunjukkan bahwa depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, baik melalui pendekatan medis maupun intervensi berbasis masyarakat (5).

Secara global, depresi pada lansia terjadi pada sekitar 19,2% dari total populasi lansia di seluruh dunia (6). Indonesia merupakan negara kedua dengan angka kejadian depresi tertinggi, dengan prevalensi 14,5% untuk usia 75 tahun ke atas dan prevalensi 24,9% di antara populasi lansia. Secara keseluruhan, 30% lansia di Indonesia mengaku mengalami depresi (7). Di Provinsi Jawa Tengah, prevalensi lansia yang mengalami depresi adalah sebanyak 10.346 jiwa, atau 14,2% dari total populasi lansia. Di Kabupaten Sukoharjo, prevalensi depresi pada penduduk usia ≥15 tahun mencapai 3.271 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah orang dewasa dan lansia (5).

Penanganan depresi pada lansia selama ini berfokus pada penggunaan terapi farmakologis, seperti pemberian obat antidepresan. Namun, pendekatan farmakologis memiliki keterbatasan, termasuk potensi efek samping, interaksi obat, dan kepatuhan jangka panjang yang rendah (8). Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat (9). Salah satu pendekatan yang semakin banyak diteliti adalah Mindful Yoga Therapy (Terapi Yoga Kesadaran Penuh), yaitu pengintegrasian praktik yoga dengan mindfulness.

Yoga melibatkan aktivitas fisik melalui peregangan, pernapasan, dan relaksasi, sedangkan mindfulness menekankan pada kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa memberikan penilaian (10). Terapi mindful yoga menggabungkan teknik yoga tradisional dengan pendekatan pengurangan stres berbasis mindfulness (mindfulness-based stress reduction). Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental melalui praktik-praktik yang mendorong ketenangan, kesadaran tanpa menghakimi, dan pengurangan stres (11).

Manfaat terapi mindful yoga dalam hal kesehatan mental adalah telah menunjukkan potensi dalam mengurangi gejala depresi di kalangan lansia, di mana para peserta program mindful yoga melaporkan peningkatan signifikan pada suasana hati (mood) dan kesehatan mental mereka secara keseluruhan (10,12). Manfaat fisik: Praktik yoga mindfulness secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik dengan meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas tubuh, dan fungsi sistem kekebalan tubuh (13). Peningkatan fisik ini dapat berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan dan mengurangi gejala fisik yang terkait dengan depresi (11). Keterlibatan sosial: Partisipasi dalam terapi yoga mindfulness dapat mendorong lansia untuk terlibat lebih aktif dalam komunitas mereka, memupuk hubungan sosial, dan mengurangi rasa kesepian (14).

Urgensi dari penelitian ini adalah para peneliti menggunakan kombinasi terapi yoga dan intervensi mindfulness untuk mengurangi depresi. Penelitian-penelitian sebelumnya belum menggunakan intervensi yang menggabungkan terapi yoga dan mindfulness untuk mengatasi depresi, melainkan hanya menggunakan terapi yoga atau mindfulness secara terpisah. Yoga secara fisik membantu fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan otot yang penting bagi lansia, sedangkan mindfulness membantu mengelola stres, meningkatkan kesadaran diri, dan mengurangi pikiran-pikiran negatif. Kombinasi dari kedua intervensi ini dapat menjadi bagian dari program kebugaran holistik bagi lansia yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.

Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/mindful-yoga-therapy-for-elderly-depression-community-based-nonph/

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top