Mahasiswa FEB Kenalkan Inisiatif Lingkungan Berbasis Lokal di Bangkok

36 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Muh Dziya Ramadhani Alvaro, berpartisipasi dalam Bangkok Climate Action Week (BKKCAW) 2026 yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (3-11/10/2026) di Bangkok, Thailand. Bersama GreenLabZ, mahasiswa program studi Ilmu Ekonomi UNAIR tersebut turut memperkenalkan inisiatif lokal pemuda untuk mengatasi krisis iklim melalui pameran dan aktivitas interaktif.

GreenLabZ merupakan inisiatif kepemudaan yang berfokus pada edukasi lingkungan dan perubahan iklim. Sebanyak 11 inisiatif dari berbagai daerah menghadirkan solusi berbasis teknologi, data, pengetahuan lokal, hingga gerakan komunitas. Gagasan yang dikembangkan mencakup ketahanan air, perlindungan hutan adat, restorasi gambut, pemantauan deforestasi, pemulihan sungai, serta konservasi pesisir dan mangrove.

Dalam Bangkok Climate Action Week, tim Green LabZ memperkenalkan program kepemudaan kepada pengunjung melalui pameran. Dziya berkontribusi dalam persiapan kegiatan, mulai dari pengembangan gagasan hingga pembuatan konten dan aktivitas interaktif.

Sebagai mahasiswa UNAIR yang memiliki ketertarikan pada ekonomi sumber daya alam dan lingkungan, Dziya menilai pengalaman tersebut relevan dengan minat akademiknya. Kegiatan itu juga memberinya kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai gerakan lingkungan lintas komunitas. “Aku merasa bisa mendapatkan insight atau ilmu baru dari sana,” ungkapnya.

Menurut Dziya, generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia menekankan pentingnya mencari informasi dan menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata.

 “Anak muda ini harus mulai melek akan informasi yang ada dan mengubah informasi yang datang kepada kalian menjadi dampak nyata,” tegasnya.

Menurutnya, rasa cinta lingkungan harus mulai dari diri sendiri. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi polusi kendaraan dengan menggunakan transportasi umum. 

“Kita tidak bisa hanya membebankan persoalan lingkungan kepada pemerintah. Kita harus mulai dari kita sendiri, karena kalau bukan kita siapa lagi,” tegasnya. 

Setelah mengikuti kegiatan di Bangkok, Alvaro menargetkan pengenalan Green LabZ yang lebih luas di Indonesia. Ia juga ingin mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak dan memperbanyak ruang edukasi bagi generasi muda.

“Target ke depanku, aku akan coba untuk lebih mengenalkan Green LabZ kepada masyarakat di luar sana, khususnya di Indonesia. Kami juga ingin mencoba berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan pemangku kepentingan. Supaya edukasi mengenai isu iklim dan kepemudaan bisa menjangkau lebih banyak anak muda,” ungkapnya.

Salah satu rencana edukasi tersebut ialah penyelenggaraan webinar yang membahas isu iklim dan kepemudaan. Selain itu, pengenalan program Green LabZ direncanakan berlanjut melalui Festival AruSuara di Surabaya bersama Puan in Action dan Green LabZ. Kegiatan tersebut mengangkat isu ketahanan air melalui pemanfaatan air hujan.

“Jangan hanya menerima informasi, tetapi coba cari tahu bagaimana kita bisa ikut berkontribusi. Mulailah dari hal sederhana di sekitar kita, lalu kembangkan melalui kolaborasi agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas,” pesannya.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top