UNAIR NEWS – Penggunaan akal imitasi tanpa kendali etika dalam publikasi humas berisiko memicu krisis reputasi institusi. Peringatan itu dipertegas oleh Pemimpin Redaksi Indozone, Dr Fahmy Fotaleno SIP MIKom, dalam pelatihan jurnalistik bertajuk Smart PR & Smart Content di Ruang Bima Suci, Gedung ACC Kampus C UNAIR, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol dilaksanakan untuk membangun awareness agar peserta bijak dalam menggunakan AI di era yang serba cepat. Fahmy mengungkapkan bahwa sekitar tujuh puluh sembilan persen praktisi humas kini mengandalkan AI generatif untuk efisiensi alur kerja. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi, mengingat hasil olahan AI masih rentan mengalami halusinasi fakta, bias narasi, hingga kekeliruan penyajian data rahasia. Berikut beberapa foto dokumentasi dari kegiatan tersebut:






