AMAZI Bekali Warga Tambaksari Keterampilan Kompos dan Wawasan Kewirausahaan

44 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Demi meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengolahan sampah rumah tangga, pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Gizi Abdi Masyarakat (GAM) yang pada tahun ini mengusung tema FOODSMART: Pemberdayaan Masyarakat Cegah Food Waste Rumah Tangga dengan Inovasi Bernilai Guna dan Ekonomi memberikan edukasi mengenai pembuatan kompos kepada ibu-ibu warga RW 01 Kelurahan Tambaksari, Surabaya.

Kegiatan GAM pertemuan 4 ini dilaksanakan di Balai RW 01 Kelurahan Tambaksari pada tanggal 10 Oktober 2026 yang diawali dengan pemberian materi edukasi terkait kompos oleh Garda Pangan — komunitas yang berfokus pada upaya penyelamatan makanan surplus dan pengurangan limbah makanan (food waste) di Indonesia. Edukasi meliputi pentingnya memilah sampah, pengenalan alat komposter, bahan pembuat kompos, hingga waktu panen kompos. Pemberian materi diharapkan memberikan pemahaman kepada warga bahwa sampah organik rumah tangga tidak hanya bisa berakhir menjadi limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi produk bermanfaat.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan praktik kompos oleh pihak Garda Pangan. Pada sesi ini, ibu-ibu warga RW 01 Kelurahan Tambaksari dapat mengamati tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos secara langsung. Praktik ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada warga terkait praktik kompos yang akan dilakukan secara mandiri di GAM pertemuan selanjutnya.

Pada GAM pertemuan 5,  ibu-ibu warga RW 01 Kelurahan Tambaksari diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kompos secara mandiri. Kegiatan praktik mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat dan menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, GAM pertemuan 5 juga diisi dengan pemberian materi terkait kewirausahaan. Materi yang disampaikan mencakup aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar produk UMKM dapat menarik minat konsumen. Tidak hanya itu, materi juga diberikan untuk memberi warga wawasan mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha, termasuk pentingnya memenuhi persyaratan yang berlaku agar produk lebih siap dipasarkan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 mengenai Responsible Consumption and Production. Tujuan ini menekankan pentingnya pengurangan timbunan sampah dengan melakukan pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. Edukasi kompos yang diberikan kepada warga diharapkan dapat mengenalkan salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik sebagai bentuk pengelolaan sampah rumah tangga. Pencapaian SDG 8 mengenai Decent Work and Economic Growth juga didukung dengan adanya kegiatan pemberian materi kewirausahaan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, produktivitas, serta pengembangan usaha.

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top