Dr Citrawati Dyah Kencono Wungu dr MSi menjelaskan pemanfaatan fitur Scopus AI dalam Workshop Riset Berdampak (Foto : istimewa).

Dorong Riset Berdampak, Dr Citrawati Paparkan Pemanfaatan Scopus AI

39 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS  – Ketergantungan akademisi terhadap metode pencarian literatur konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam memetakan research gap yang relevan. Hal itu disampaikan oleh Dr Citrawati Dyah Kencono Wungu dr MSi, Peneliti di Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam kegiatan Workshop Riset Berdampak yang bertajuk Menyelaraskan Riset, Publikasi dengan Agenda Kebijakan Kesehatan Nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (19/10/2026) di Aula Bima Suci, Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR – C. Dalam kesempatan itu, ia membedah pemanfaatan fitur Scopus AI untuk membantu pengkajian topik serta meningkatkan pengembangan publikasi ilmiah bagi seluruh civitas akademika.

Eksplorasi Topik Berbasis Bahasa Alami

Citrawati menjelaskan bahwa Scopus AI muncul pada 2024 yang hadir untuk mempermudah menyusun pertanyaan riset. Berbeda dengan sistem Scopus sebelumnya, Scopus AI dapat memproses prompt secara cepat dengan basis bahasa alami. “Melalui sistem berbasis co-pilot, fitur ini dapat menyajikan ringkasan informasi yang berhubungan dengan topik. Pencarian menjadi lebih praktis karena peneliti cukup mengajukan pertanyaan dengan bahasa alami seperti pada AI umumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Scopus AI mengekstraksi data langsung dari judul dan abstrak dokumen terindeks Scopus, sehingga meminimalkan risiko akurasi informasi. Indikator evidence power juga turut membantu peneliti dalam mengukur tingkat keakuratan bukti ilmiah dari setiap rujukan yang peneliti sajikan. “Setiap poin ringkasan dapat ditelusuri kembali ke paper asalnya dengan tingkat transparansi yang sangat tinggi,” ujarnya.

Fitur Analisis Riset dan Kolaborasi Strategis

Pembaruan Scopus AI 2026 membawa berbagai fitur yang lebih canggih, antara lain visual concept map, penelusuran foundational documents, hingga pemetaan topic experts untuk mempermudah peluang kolaborasi lintas institusi. Fitur emerging terms juga membantu akademisi mendeteksi topik yang sedang populer agar publikasi memiliki cakupan yang lebih luas. “Pemanfaatan Scopus AI sangat membantu kita menemukan celah riset yang tepat sekaligus relevan dengan arah kebijakan kesehatan,” pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Ragil Kukuh Imanto 

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top