UNAIR NEWS – Setiap organisasi memiliki cara tersendiri untuk tumbuh, bekerja, dan menghadapi tantangan. Perbedaan itulah yang menjadi bagian menarik dari Campus Visit II 2026, ketika Himpunan Mahasiswa D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) bertemu dengan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMAK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) pada Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “Beyond Numbers: Connecting Ideas, Creating Impact”, kegiatan ini menghadirkan ruang untuk melihat organisasi dari sudut pandang yang lebih luas.
Campus Visit II merupakan kelanjutan dari rangkaian kunjungan antarkampus yang sebelumnya dilaksanakan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (BEM PKN STAN). Jika pertemuan menjadi pintu untuk mengenal lingkungan organisasi lain, Campus Visit II membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali lebih jauh bagaimana perbedaan sistem kerja dan pengalaman dapat menjadi bahan pembelajaran bersama. Bagi mahasiswa, mengenal organisasi lain bukan hanya tentang mengetahui struktur kepengurusan atau program kerja yang dijalankan. Ada hal-hal yang lebih mendalam untuk dipelajari, mulai dari bagaimana koordinasi dilakukan, bagaimana tanggung jawab dibagi, hingga bagaimana setiap organisasi menemukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya. Perbedaan yang muncul menjadi kesempatan untuk membandingkan pengalaman, mempertanyakan kebiasaan yang selama ini dianggap biasa, dan menemukan kemungkinan baru dalam mengelola organisasi.
Farah Nadiya Putri selaku Ketua Pelaksana Campus Visit II 2026 menyampaikan bahwa pertemuan antarkampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa tidak ada satu cara yang harus selalu digunakan dalam menjalankan organisasi.

“Menurut saya, hal menarik dari Campus Visit II ini adalah kesempatan untuk melihat secara langsung bahwa setiap organisasi memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda. Dari perbedaan tersebut, kita bisa belajar bahwa hal yang belum pernah diterapkan di organisasi sendiri mungkin bisa menjadi inspirasi untuk berkembang. Harapannya, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi juga bisa menjadi bahan evaluasi dan membawa perubahan positif bagi organisasi masing-masing,” ujar Farah.
Semangat “Beyond Numbers: Connecting Ideas, Creating Impact” turut menegaskan bahwa bidang perpajakan dan akuntansi tidak berhenti pada angka dan perhitungan. Di balik keduanya, terdapat proses berpikir, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama yang membutuhkan keterbukaan terhadap gagasan baru. Pertemuan ini menjadi salah satu ruang untuk mempraktikkan nilai tersebut melalui pertukaran pengalaman antarmahasiswa.
Pada akhirnya, makna Campus Visit II tidak hanya terletak pada pertemuan dua himpunan, tetapi juga pada hal-hal yang dibawa pulang setelahnya. Perspektif baru dapat menjadi awal dari evaluasi, gagasan dapat berkembang menjadi inisiatif, dan perbedaan dapat membuka peluang kolaborasi. Sebab, terkadang cara terbaik untuk mengembangkan organisasi sendiri adalah dengan melihat bagaimana orang lain menjalankannya.
Penulis: Lyra Nandayu
