Prof Dr Seger Handoyo MSi Psikolog dan Dr Rahkman Ardi MPsych mendapat penghargaan khusus pada Kongres XV HIMPSI (Foto : istimewa)

Dedikasi Bagi Negeri, Dua Dosen Psikologi UNAIR Raih Penghargaan di Kongres XV HIMPSI

80 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Dedikasi dalam pengembangan organisasi profesi dan keilmuan psikologi membuat dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Prof Dr Seger Handoyo MSi Psikolog dan Dr Rahkman Ardi MPsych mendapat penghargaan khusus dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Kongres XV HIMPSI. 

Acara tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Yogyakarta. Prof Seger dianugerahi Penghormatan Khusus Dharma Bangsa atas kepemimpinannya dalam penguatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat, sementara Dr Rahkman meraih Penghormatan Khusus Widya Pratama atas dedikasinya sebagai ilmuwan muda berprestasi.

Prof Dr Seger Handoyo MSi Psikolog menyampaikan pidato apresiasi atas penghargaan yang diraih pada Kongres XV HIMPSI (Foto: istimewa).
Bentuk Apresiasi dan Dedikasi

Prof Seger menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama selama dua periode kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPSI. Menurutnya, perkembangan organisasi merupakan hasil dari banyak pihak, termasuk para pengurus wilayah dan para pemimpin HIMPSI sebelumnya. 

“Saya mendedikasikan penghargaan ini untuk semua pengurus wilayah di HIMPSI dan para ketua umum sebelumnya karena telah memberikan pondasi yang baik untuk perkembangan HIMPSI,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada  FPsi UNAIR atas dukungan penuh selama menjalankan perannya dalam organisasi profesi. “Penghargaan ini juga saya persembahkan untuk Fakultas Psikologi UNAIR karena telah memberikan dukungan kepada saya. Dengan dukungan itu saya dapat memberikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mengembangkan Psikologi Indonesia,” ujarnya.

Ketulusan Karya Ilmuwan Muda

Di sisi lain, Dr Rahkman memaknai penghargaan ini sebagai refleksi atas kiprah para akademisi. Ia menyoroti banyaknya ilmuwan muda yang konsisten berkarya dengan tulus meski jauh dari perhatian publik.

“Penghargaan ini mengejutkan tapi mengingatkan saya bahwa ada banyak ilmuwan muda yang berkarya dengan tulus dan memberi dampak besar, tetapi mungkin luput dari perhatian masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa apresiasi ini bukanlah satu-satunya tolak ukur atas kontribusi seorang peneliti. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi pemantik untuk selalu belajar dan menjaga kerendahan hati dalam berkarya.

“Semoga penghargaan ini tidak mengecilkan mereka yang terus bekerja dalam senyap. Melainkan menjadi pengingat bagi saya untuk terus memantaskan diri dan melakukan yang terbaik dengan ketulusan yang saya mampu,” lanjutnya.

Capaian tersebut membuktikan komitmen UNAIR yang senantiasa aktif dalam pengajaran dan penelitian. Kiprah mereka turut berkontribusi bagi pengembangan keilmuan dan kemajuan bangsa. 

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top