UNAIRNEWS – Persiapkan mahasiswa menjelang Pilmapres, UKM Garuda Sakti UNAIR resmi menggelar Sosialisasi dan Talkshow Mawapres. Kegiatan itu bertajuk Mapping the Steps to Become Future Outstanding Student. Talkshow itu berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Aula Candradimuka GKB, Kampus MERR-C.
Hadir sebagai narasumber yaitu Felice Kanaya Chandra (FKG), Diah Kartika (FV), dan Aisyah Amalia Ashfa (FPsi). Mereka merupakan mahasiswa sekaligus alumni dari Pilmapres UNAIR. Selain itu, turut hadir pula drg Ratri Maya Sitalaksmi MKes PhD SpPros(K), selaku perwakilan dari Ditmawa UNAIR.
Penilaian Seleksi Mawapres
Dalam sesi sosialisasi, drg Ratri selaku perwakilan Ditmawa UNAIR menyebutkan bahwa Pilmapres terbagi dalam tiga kategori, yaitu jenjang sarjana, diploma, dan disabilitas. Ia mengungkap bahwa terdapat beberapa aspek dan prasyarat yang wajib dipenuhi ketika mendaftar dalam ajang tersebut.
“Persiapkan 3 komponen penilaian, yaitu capaian unggulan sejak kuliah, karya utama berupa gagasan kreatif (sarjana) atau produk inovatif (diploma), dan video perkenalan dalam bahasa Inggris.”
Adapun tujuh bidang capaian unggulan (CU) yang diakui dalam seleksi Mawapres meliputi hasil kompetisi, pengakuan, penghargaan, karier organisasi, hasil karya, pemberdayaan, dan kewirausahaan. Setiap capaian tersebut memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku dalam proses penginputannya.
“Silakan tanya ke Wadek 1 atau BEM terkait Mawapres di tingkat fakultas karena di setiap fakultas itu berbeda. Tolong proaktif kalau kalian merasa punya segudang prestasi,” ungkapnya.
Kiat-Kiat Menjadi Mawapres
Dalam sesi talkshow, Felice juga memberi saran kepada mahasiswa untuk terus menggali potensi dalam diri mereka. “Kita sebagai mahasiswa pasti ingin ikut ini dan itu, tapi yang paling utama adalah jangan lupakan soal akademik karena memang tujuannya untuk belajar. Jangan sampai organisasi, lomba, dan kegiatan lainnya ini akan mengganggu akademik kita,” papar Felice.
Sementara itu, Diah juga mengungkap bahwa mahasiswa perlu mengatur time management sebaik mungkin. “Selama waktu senggang, coba teman-teman isi dengan hal yang produktif. Aku sendiri memfokuskan akademik pada Senin hingga Jumat, kemudian weekend-nya akan aku fokuskan pada lomba-lomba dan organisasi,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Aisyah menambahkan bahwa setiap mahasiswa bisa mengeksplorasi hal lain di luar prodinya sendiri. “Kalau teman-teman bisa melihat jauh dari prodi itu, kalian juga bisa memperluas networking. Jadi, yang bisa ditemukan itu tidak hanya passion kalian, tetapi juga akan bertemu dengan orang-orang yang akan mengajarkan kalian tentang banyak hal di luar dari akademik yang kalian pelajari.”
Penulis: Niken Dara Fesya
Editor: Khefti Al Mawalia
