Peserta Membersihkan sampah di sekitar area Mangrove

Dorong Perlindungan Kawasan Pesisir, BEM FISIP Melakukan Penanaman Tanaman Mangrove

27 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Kepedulian terhadap lingkungan, khususnya wilayah pesisir melatarbelakangi  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Jejak Rimbun, yakni aksi bersih-bersih sampah dan penanaman tanaman mangrove. 

BEM FISIP menyelenggarakan kegiatan tersebut di kawasan Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya, pada Sabtu (25/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 70 orang yang terdiri atas peserta dan panitia. Kegiatan ini mendorong pelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. 

Jejak Rimbun adalah program kerja pertama penanaman mangrove BEM FISIP UNAIR. Syakina atau biasa dipanggil Kina selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di daerah pesisir yang rawan tercemar sampah. 

Kina menambahkan alasan mengapa memilih menanam mangrove dalam kegiatan ini. “Karena tanaman mangrove dapat membantu menyaring sampah yang dari sungai-sungai. Jadi sampahnya ketahan sama pohon mangrove itu, sehingga tidak menyebar kemana-mana,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama membersihkan sampah-sampah yang tertahan oleh tanaman mangrove. Selanjutnya, peserta melakukan penanaman mangrove di lokasi yang sudah ditetapkan. Panitia juga memberikan penghargaan kepada kelompok dengan jumlah sampah terbanyak, terbaik, dan juga teraktif.

Kina berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin mengenal fungsi mangrove dalam menjaga lingkungan pesisir. “Jadi masyarakat juga bisa membantu menanam mangrove agar sampah itu bisa berkurang dan terhindar dari banjir,” pungkasnya

Nabila sebagai salah satu peserta Jejak Rimbun mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya dalam menanam mangrove. Ia menilai kegiatan ini berkesan karena memberikan kesempatan untuk mempelajari proses penanaman secara langsung sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya.

Selain memperoleh pengalaman baru, Nabila juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui aksi bersih-bersih sampah. Menurutnya, banyaknya sampah yang ditemukan di kawasan mangrove menjadi pengingat bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih perlu mendapat perhatian. 

“Harapannya, kegiatan ini bisa membentuk kesadaran diri. Setelah melihat langsung banyaknya sampah di sana, kita jadi semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Di sisi lain, ketua pelaksana berharap Jejak Rimbun dapat memberikan manfaat bagi peserta sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian mangrove. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menanam mangrove dan menjaga kebersihan sungai guna mengurangi permasalahan sampah serta risiko banjir.

Melalui Jejak Rimbun, Kementerian Sosial dan Lingkungan BEM FISIP UNAIR berupaya menghubungkan edukasi lingkungan dengan aksi nyata. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penanaman mangrove, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top