Tim Dynamitez, beranggotakan tiga mahasiswa UNAIR, menunjukkan piala dan sertifikat penghargaan Juara 3 Lomba Video Campaign FISCREATION 2026. Piala dan sertifikat itu mereka terima dari BEM KM FISIP Universitas Negeri Yogyakarta. (Foto: Dokumentasi pribadi Muhammad Razif Arsyad)

Mahasiswa UNAIR Raih Juara 3 Video Campaign FISCREATION 2026, Usung Video bertema Lorong Waktu

137 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Syuting sehari, editing sehari, dan nyaris pasrah beberapa jam sebelum tenggat. Dari proses sesingkat itu, tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) pulang membawa Juara 3 Lomba Video Campaign FISCREATION 2026, Sabtu (17/10/2026). Mereka adalah Muhammad Razif Arsyad dan Samuel Caesar Stevyanto dari Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi, serta Dimas Wahyu Firmansyah dari Teknologi Sains Data Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin.

FISCREATION 2026 mengusung tema “Layar Pendidikan, Menyuarakan Perubahan” persembahan Departemen Media Kreatif dan Informasi BEM KM FISIP Universitas Negeri Yogyakarta. Sekitar 10 karya terpilih bersaing memperebutkan juara satu hingga tiga.

Dunia Fantasi di Tengah Karya Realistis

Ide cerita berawal dari film fantasi bertema lorong waktu. Dari situ, tim membangun video tentang perpindahan waktu ke tahun 2018 untuk menyoroti penggunaan teknologi. “Video peserta lain menggunakan alur cerita biasa dengan suasana real life, sedangkan kami membuat kampanye dalam bentuk dunia fantasi,” ungkap tim.

Konsep lorong waktu mereka pilih karena jarang disentuh peserta lain. “Ide lorong waktu sangat unik dan jarang dipakai orang lain,” tutur tim.

Ponsel Jadi Senjata Utama

Tim menggarap video secara spontan dengan naskah seadanya. Mereka memusatkan tenaga pada editing dan semangat saat syuting, masing-masing satu hari. Ponsel mendominasi pengambilan gambar karena lebih simpel, sedangkan kamera hanya merekam benda kecil yang butuh fokus detail.

Seluruh eksekusi mereka tangani sendiri dengan anggaran seadanya. Kendala muncul pada lokasi yang belum layak menjadi latar, sehingga tim menata dan memperbaikinya. “Alur cerita berubah secara spontan karena ada ide yang unik dan tak terhingga,” kata tim.

Nyaris Pasrah, Berbuah Juara

Kepercayaan diri tim sempat goyah saat penyuntingan. “Beberapa jam sebelum tenggat, kami pasrah. Melihat karya peserta lain yang keren-keren juga bikin sedikit insecure, tapi dengan semangat pantang menyerah kami bisa menyelesaikannya dengan baik,” ujar tim. Saat nama mereka diumumkan, rasa senang bercampur tak percaya.

Ini bukan lomba video pertama mereka. Tim sudah beberapa kali menang, tetapi juga kerap gagal, dan kegagalan itu menjadi bekal belajar. Mata kuliah visualisasi dan digital di Destinasi Pariwisata, yang mengajarkan videografi dan fotografi, turut menopang karya ini.

Dari lomba ini, pelajaran terpenting bagi mereka adalah kekompakan. “Lomba video butuh banyak peran yang harus dijalankan, jadi kekompakan tim sangat berpengaruh,” kata tim.

“Jangan takut mencoba hanya karena merasa belum cukup hebat. Mulailah dengan ide sederhana, dengan alat seadanya, maksimalkan apa yang kamu punya, dan beranilah berkarya. Kemenangan bukan satu-satunya tujuan, tetapi juga proses belajar dan pengalaman yang berharga,” pesan tim kepada mahasiswa lain.

Penulis: Farelnanda Ramadhani

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top