Foto bersama mahasiswa FIB dalam company visit JTV Surabaya (19/10/2025) (Foto: JTV Surabaya)

Company Visit ke JTV, Mahasiswa FIB UNAIR Gali Peluang Karier di Media Digital

109 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Kemampuan berpikir kritis dan riset menjadi modal mahasiswa humaniora untuk memasuki industri media, tetapi belum cukup tanpa keterampilan teknis digital. Tantangan tersebut menjadi salah satu hal yang dipelajari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) saat mengunjungi JTV Surabaya dalam kegiatan company visit pada Senin (19/10/2026).

Ketua BEM FIB UNAIR, Indy Rachman, menilai pengalaman tersebut penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu humaniora dalam dunia kerja. Selain mengenali peluang karir di industri media, mahasiswa juga memperoleh gambaran tentang keterampilan yang perlu mereka persiapkan sebelum memasuki dunia profesional.

Ilmu Humaniora Buka Peluang di Industri Media

Selama ini, mahasiswa humaniora kerap menghadapi stigma bahwa bidang keilmuannya hanya berorientasi pada teori. Padahal, kompetensi yang mereka pelajari dapat mendukung berbagai proses kerja media, mulai dari pengolahan informasi hingga produksi konten berbasis riset.

Indy menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali penerapan keterampilan akademik secara langsung. “Banyak skill yang bisa diserap dari kunjungan hari ini. Sebagai contoh adalah kepenulisan kreatif, riset informasi internasional, riset mengenai dokumenter dan verifikasi fakta,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa FIB memiliki modal kompetitif yang dapat mereka kembangkan di luar bidang jurnalistik maupun penyiaran. “Tidak hanya berfokus secara khusus pada jurnalistik murni atau penyiaran. Mahasiswa FIB memiliki keunggulan kompetitif berupa kemampuan berpikir kritis, literasi yang kuat, dan kepekaan kultural,” jelasnya.

Kompetensi tersebut memiliki keterkaitan dengan karakteristik keilmuan masing-masing program studi. Kemampuan mengolah bahasa dan menulis dari Sastra Indonesia, kompetensi bahasa serta pemahaman lintas budaya dari Sastra Jepang dan Sastra Inggris, hingga keterampilan riset dan penelusuran sumber dari Ilmu Sejarah berpotensi mendukung pengembangan konten media yang informatif dan kontekstual.

Keterampilan Digital Jadi Tantangan Mahasiswa

Meski memiliki pondasi akademik yang kuat, mahasiswa FIB tetap perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan industri media. Pergeseran konsumsi informasi ke platform digital menuntut pekerja media untuk menguasai keterampilan teknis sekaligus beradaptasi dengan ritme produksi yang semakin dinamis.

Lebih lanjut, Indy menilai mahasiswa perlu melengkapi kemampuan analitis dan kritis melalui pengalaman serta pembelajaran praktis. “Meskipun kompetensi analitis dan kritis dari perkuliahan sudah sangat kokoh, mahasiswa FIB masih perlu mengembangkan keterampilan praktis di luar kelas. Hal itu seperti penguasaan perangkat produksi media digital, analitik data, dan adaptasi terhadap kecepatan kerja industri,” tuturnya.

Pengalaman mengamati proses kerja di JTV turut memperluas perspektif mahasiswa mengenai pilihan karir setelah lulus. Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan memahami konteks, melakukan riset budaya, dan menyusun narasi juga memiliki tempat dalam industri media. 

“Kunjungan ini mengubah pandangan mahasiswa bahwa prospek kerja lulusan FIB tidak terbatas pada bidang konvensional saja. Hal yang paling membuka perspektif adalah melihat langsung bagaimana kedalaman makna, riset budaya, dan keterampilan naratif menjadi pilar utama dalam industri media,” pungkasnya.

Penulis: Katara Joy Kurniawan

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top