UNAIR NEWS – Langkah nyata penguatan jejaring riset global terus ditunjukkan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui lokakarya co-design project bersama delegasi Monash University di Ruang Bima Suci, ACC Kampus MERR – C UNAIR, Selasa (3/11/2026). Sesi interdisipliner ini memfokuskan kerja sama pada perumusan konsep proyek presisi, penyerapan umpan balik para ahli, serta penentuan arah tindak lanjut hibah riset internasional.
Inovasi AI dan Kesehatan Mental Gen Z
Pada klaster Digital Health, AI, and Data Science yang dipimpin Prof Chris Bain, diskusi menguat pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta open-source biomedical Large Language Model (LLM).Teknologi inovatif ini dirancang khusus untuk intervensi kesehatan mental Generasi Z serta pemantauan risiko penyakit kardiovaskular.
Proyek ini memadukan pemindaian faktor lingkungan dengan sistem saran digital individual yang adaptif dan personal. Prof Chris Bain juga mangarahkan alur penyusunan proyek riset.
“Fokus awal kami adalah mencoba menghadirkan solusi berupa panduan melalui ponsel pintar berbasis AI untuk memberikan saran individual. Khususnya bagi kesehatan mental Generasi Z, mereka dapat menjaga privasinya tanpa harus merasa tertekan untuk bercerita kepada orang lain,” tegas Prof Chris Bain.
Solusi Krisis Iklim dan Air Bersih
Sementara itu, klaster Climate Change, Environment, and Health di bawah arahan Prof Sharyn Davies dan Prof Juliana Sutanto menyoroti ancaman krisis air bersih serta intrusi air laut di wilayah pulau kecil seperti Lombok. Forum ini memadukan riset saintifik kualitas air dengan pendekatan sosial untuk memetakan dampak krisis iklim terhadap kesehatan masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan riset laboratorium tanpa memahami realita sosial di lapangan. Tanpa memahami alasan di balik pola hidup masyarakat, program intervensi sebaik apa pun tidak akan memberikan dampak jangka panjang,” cetus Prof Sharyn Davies.
Diskusi ini turut membedah fenomena unik di lapangan, di mana bantuan fasilitas kebersihan kerap beralih fungsi akibat intervensi yang belum menyatu dengan kebiasaan lokal. Oleh karena itu, tim peneliti merancang skema behavioral economics dan pendekatan budaya guna mengawal perubahan perilaku masyarakat secara alami dan permanen.

Komunitas Inklusif hingga Pitching Proposal
Lebih lanjut, rangkaian diskusi kelompok juga membedah klaster Inclusive Communities, Social, and Innovation yang dipandu Prof Narelle Warren. Klaster ini merancang intervensi sosial bagi anak-anak dari keluarga rentan miskin, pemenuhan hak anak, hingga penanganan gangguan tumbuh kembang seperti speech delay dan autisme agar mereka dapat terus mengenyam pendidikan formal.
Di sisi lain, klaster One Health and Emerging Diseases yang didampingi Zerina Tomkins memfokuskan perancangan proyek pada integrasi penanganan penyakit menular dan kesiapsiagaan sistem kesehatan publik.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi project pitching dan penajaman proposal yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Riset Internasional DRI UNAIR, Dr dr Kurnia Dwi Artanti MSc. Dr Kurnia menegaskan bahwa sesi ini memberi kesempatan setiap tim mematangkan kerangka penelitian sebelum diajukan ke skema pendanaan strategis, sekaligus memastikan kolaborasi interdisipliner ini menghasilkan aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy
Editor: Khefti Al Mawalia
