Pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari skrining status gizi dan pemantauan pertumbuhan anak di Desa Alasbuluh (10/10/2026) (Dok. Tim Dok. Pengmas One Health).

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Integrasikan Kesehatan Manusia dan Hewan melalui Pengmas One Health di Alasbuluh

45 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pengabdian kepada masyarakat bertajuk “One Health, One Village, One Future: Upaya Kolaborasi Kesehatan Manusia, Ternak, dan Pangan Wujudkan Generasi Bebas Stunting Desa Alasbuluh”. Kegiatan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dengan mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mendukung pencegahan stunting.

Program ini merupakan kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), B-PHA, dan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Umum (HMKU) FIKKIA UNAIR. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan bersama masyarakat, kader kesehatan, peternak, serta tenaga kesehatan setempat.

Pemeriksaan kesehatan perempuan usia produktif sebagai upaya deteksi dini masalah kesehatan di Desa Alasbuluh (10/10/2026) (Dok. Tim Dok. Pengmas One Health).
Pemeriksaan kesehatan perempuan usia produktif sebagai upaya deteksi dini masalah kesehatan di Desa Alasbuluh (10/10/2026) (Dok. Tim Dok. Pengmas One Health).
Integrasikan Kesehatan Manusia, Hewan, dan Lingkungan

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi permasalahan stunting di Kecamatan Wongsorejo. Berdasarkan data Banyuwangi Tanggap Stunting per Agustus 2023, terdapat 322 kasus stunting di wilayah tersebut. Sementara itu, Desa Alasbuluh menghadapi sejumlah persoalan, seperti pola konsumsi yang belum memperhatikan kandungan gizi, pemenuhan asupan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang belum optimal, serta keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

Melalui pendekatan One Health, mahasiswa menghubungkan upaya menjaga kesehatan keluarga dengan kesehatan ternak dan pemanfaatan potensi pangan lokal. Program yang berlangsung meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, skrining ibu dan anak, pendataan stunting, edukasi kesehatan ternak dan pakan bernutrisi, pemberian vitamin, serta pembagian tanaman obat keluarga (TOGA).

Libatkan Masyarakat melalui Pemeriksaan dan Edukasi

“Kami memulai persiapan dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan berkoordinasi bersama pemerintah desa. Selama pelaksanaan, kami mengunjungi rumah warga untuk melakukan skrining ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan. Kami juga memberikan edukasi mengenai perawatan ternak dan pemenuhan gizi melalui praktik langsung,” ujar Mandarani selaku pengawas.

Masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Sejumlah warga bahkan telah menunggu kedatangan mahasiswa untuk membawa anak mereka menjalani pemeriksaan. Kader kesehatan setempat turut mendampingi mahasiswa saat mengunjungi rumah warga.

Pemberian vitamin pada hewan ternak sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh ternak milik warga Desa Alasbuluh (10/10/2026) (Dok. Tim Dok. Pengmas One Health).
Pemberian vitamin pada hewan ternak sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh ternak milik warga Desa Alasbuluh (10/10/2026) (Dok. Tim Dok. Pengmas One Health).
Petakan Kondisi Kesehatan Masyarakat

Tim melakukan skrining terhadap 100 warga di wilayah Krajan 1 dan 2. Sasaran pemeriksaan meliputi anak-anak, bayi dan balita, wanita usia produktif, ibu hamil, serta remaja. Pendataan mencakup status gizi, tekanan darah, risiko kekurangan energi kronis (KEK), dan status anemia. Hasil pemeriksaan juga menemukan anak dengan kategori pendek dan sangat pendek yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Tim mengevaluasi edukasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan kader kesehatan mengenai pencegahan stunting serta kelompok ternak mengenai kesehatan hewan. Sebagai tindak lanjut, penyelenggara merencanakan pengecekan berkala dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta peternak.

Mahira selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan harapannya agar program yang telah berlangsung dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Alasbuluh semakin mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga, merawat ternak, dan memanfaatkan potensi pangan lokal. Upaya tersebut diharapkan mendukung penerapan prinsip One Health secara berkelanjutan untuk mewujudkan desa yang sehat dan bebas stunting,” ungkap Mahira.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top