UNAIR NEWS — Universitas Airlangga (UNAIR) menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026. Melalui Direktorat Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan, dan Operasional (DITPILAR), Universitas Airlangga memfokuskan strategi persiapan pada perawatan intensif seluruh fasilitas sarana pendukung dan mengerahkan transportasi untuk mendukung terselenggaranya acara tersebut.
Direktur DITPILAR UNAIR, Prof Iman Prihandono SH MH LLM PhD, menjelaskan bahwa langkah perbaikan dan pemeliharaan fasilitas gedung maupun ruang terbuka terus berjalan secara cermat guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu peninjau dari berbagai perguruan tinggi dan kementerian.
Perawatan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Fokus utama operasional terarah pada pemeliharaan rutin infrastruktur fisik kampus. Tindakan pencegahan seperti perbaikan atap gedung, pengecekan sistem pendingin ruangan (AC), pemeriksaan keandalan lift, hingga pemastian standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pemadam kebakaran menjadi prioritas.
“Langkah perawatan dan maintenance rutin menjadi kunci utama pengoptimalan gedung. Pengecekan atap, perbaikan AC, pemeriksaan kondisi lift, hingga penguatan standar K3 dilakukan agar seluruh sarana berfungsi normal,” ujar Prof Iman.
Selain menyiapkan area dalam gedung, DITPILAR menyediakan fasilitas pendukung publik sepanjang area kegiatan. Lima unit toilet portabel disiapkan membentang dari kawasan Airlangga Convention Center (ACC) hingga area Boulevard Kampus MERR-C UNAIR. Demi menghadapi potensi cuaca panas, penyediaan titik kran air minum siap isi ulang (water station) juga disebarkan pada beberapa pos titik kegiatan.
Mobilisasi Armada Mobil dan Mobil Listrik
Guna menunjang kelancaran mobilitas ribuan peserta dan jajaran pejabat antar-lokasi acara, UNAIR mengerahkan armada transportasi secara maksimal. “Seluruh armada kendaraan yang kita punya dikerahkan untuk menyukseskan KPPTI. Ada 15 unit mobil, 5 unit bus, serta 8 unit buggy yang dipusatkan di Kampus MERR-C,” terang Prof Iman.
Untuk skema alur lalu lintas dan kenyamanan penurunan penumpang (drop-off) tamu VIP, titik penjemputan terpusat pada area lobi utama ACC. Pengaturan jalur dan manajemen kantong parkir disiapkan secara ketat agar terhindar dari penumpukan kendaraan.
“Skema pendaratan penumpang VIP juga disiapkan khusus di lobi VIP ACC. Pengemudi akan diarahkan menuju kantong parkir setelah mengantar pimpinan, sehingga arus lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.
Fasilitas Ramah Inklusivitas dan Layanan Darurat
Memastikan prinsip aksesibilitas bagi seluruh peserta, UNAIR menyediakan sarana khusus ramah disabilitas. Sebanyak 10 unit kursi roda disiapkan pada titik-titik vital acara. Selain itu, lima petugas K3 ditugaskan secara khusus untuk mendampingi dan membantu kebutuhan peserta penyandang disabilitas.
“UNAIR menyiapkan 10 unit kursi roda serta menyiagakan 5 petugas K3 khusus yang bertugas mendampingi dan membantu peserta disabilitas sepanjang acara,” tegas Prof Iman.
Menghadapi tantangan cuaca yang dinamis, Prof Iman menegaskan komitmen seluruh tim operasional untuk memberikan pelayanan yang profesional dan ramah.
“Harapan besar UNAIR adalah menjadi tuan rumah yang baik, memberikan kesan yang menyenangkan, dan meninggalkan tolok ukur pelaksanaan yang baik bagi penyelenggaraan KPPTI selanjutnya,” pungkas Prof Iman.
Penulis: Fauziah Laily
