Infeksi saluran kemih (ISK) menempati posisi sebagai salah satu kasus infeksi yang paling sering dijumpai pada pasien rawat jalan maupun rawat inap. Kondisi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap angka morbiditas serta memicu kecenderungan penggunaan antibiotik secara berlebihan (antimicrobial overuse). Guna menekan laju resistansi antimikroba (AMR), akurasi dan kecepatan diagnosis menjadi aspek yang sangat krusial. Prosedur kultur urine konvensional hingga saat ini masih diakui sebagai standar baku emas diagnostik, namun memiliki keterbatasan praktis karena memerlukan waktu inkubasi 24 hingga 48 jam. Oleh sebab itu, implementasi metode cepat seperti urine flow cytometry (UF) dengan sistem UF-5000/4000 menjadi alternatif strategis untuk mengoptimalkan alur kerja klinis dan memberikan prediksi dini yang andal.
Evaluasi diagnostik multisenters dilakukan terhadap 721 pasien dengan kecurigaan klinis ISK bakteriil di Indonesia. Validitas penanda otomatis UTI-Info. dan BACT-Info. pada instrumen flow cytometry diuji dengan membandingkannya terhadap hasil pengecatan Gram presumtif serta kultur mikrobiologi kuantitatif (\[\ge 10^{5}\] CFU/mL) sebagai referensi. Evaluasi juga mencakup parameter urinalisis konvensional, seperti pengujian nitrituria dan leukosit esterase, guna menyusun algoritma diagnostik yang komprehensif.
Evaluasi berbasis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) menunjukkan bahwa parameter hitung bakteri kuantitatif (BACT-count) memiliki performa diskriminasi yang superior dengan nilai Area Under the Curve (AUC) mencapai 0,85, dibandingkan dengan parameter hitung sel darah putih (WBC-count) yang hanya memiliki nilai AUC 0,69. Berdasarkan titik potong optimal yang ditetapkan (konsentrasi sel darah putih \(> 82,05/\mu\)L atau konsentrasi bakteri \(> 975,4/\mu\)L), fitur UTI-Info. menunjukkan karakteristik performa sebagai berikut:
- Sensitivitas: 89%
- Spesifisitas: 54%
- Nilai Prediksi Positif (PPV): 69%
- Nilai Prediksi Negatif (NPV): 82%
Tingginya angka sensitivitas dan NPV (82%) mengonfirmasi bahwa fitur UTI-Info. sangat andal diaplikasikan sebagai instrumen untuk menyingkirkan diagnosis (rule-out tool). Profil ini memungkinkan penundaan kultur urine secara aman pada kelompok pasien dengan risiko rendah. Selain itu, pemanfaatan kategori “tanpa penanda” (no-flag) pada sistem UF diproyeksikan mampu mereduksi beban kerja laboratorium dengan mengeleminasi kebutuhan kultur urine yang tidak perlu hingga 59,1%.
Akurasi Diferensiasi Gram BakteriKinerja penanda tipe bakteri (BACT-Info.) memperlihatkan variabilitas akurasi yang signifikan berdasarkan karakteristik dinding sel mikroorganisme. Tingkat kesesuaian parameter BACT-Info. terhadap hasil kultur mikrobiologi menunjukkan nilai indeks Kappa sebesar 0,716 (kesesuaian substansial) untuk identifikasi bakteri Gram-negatif. Sebaliknya, akurasi untuk identifikasi bakteri Gram-positif berada pada tingkat kesesuaian yang rendah dengan nilai Kappa 0,216. Pola serupa juga ditemukan saat instrumen dibandingkan dengan metode pengecatan Gram manual. Data tersebut menegaskan bahwa sistem flow cytometry jauh lebih konsisten dan dapat diandalkan untuk memprediksi patogen Gram-negatif, yang secara epidemiologis merupakan penyebab mayoritas kasus ISK.
Rekomendasi Guideline Algoritma DiagnostikMelalui integrasi hasil parameter urinalisis rutin dan urine flow cytometry, sebuah algoritma manajemen klinis dapat dirumuskan secara sistematis:
- Skrining Awal via Nitrit: Mengingat spesifisitas uji nitrit yang sangat tinggi (95,5%), hasil nitrit positif dapat langsung menjadi dasar inisiasi terapi antibiotik empiris tanpa harus menunggu hasil leukosit atau skrining UF. Diferensiasi Gram pada BACT-Info. dapat langsung memandu pemilihan jenis antibiotik (spektrum sempit untuk Gram-negatif).
- Evaluasi Lanjutan pada Nitrit Negatif: Jika hasil uji nitrit negatif, evaluasi wajib dialihkan ke parameter leukosituria (\(> 25/\mu\)L) dan penanda UF. Adanya hasil positif pada leukosituria memerlukan tata laksana yang setara dengan penanda nitrit positif.
- Profil Triple-Negative: Kondisi di mana hasil uji nitrit, leukosituria, dan penanda UTI-Info. seluruhnya menunjukkan hasil negatif (triple-negative profile) memberikan indikasi kuat akan tidak adanya ISK bakteriil. Pada kondisi ini, pemberian antibiotik maupun pemeriksaan kultur urine tidak lagi diindikasikan secara klinis.
- Proteksi Pasien Komplika: Pemeriksaan kultur urine konvensional tetap menjadi proteksi wajib dan tidak boleh diabaikan bagi pasien rawat inap, kasus ISK berulang (recurrent), ataupun pasien dengan penyakit penyerta (comorbidities).
Kesimpulan Kombinasi parameter otomatis penanda UTI-Info. dan BACT-Info. dengan parameter urinalisis konvensional menyediakan kerangka kerja diagnostik yang kokoh untuk skrining cepat ISK. Penerapan strategi ini efektif mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan mikroskopis manual, meminimalkan kultur urine yang tidak efisien, serta memfasilitasi penentuan terapi antibiotik empiris yang rasional dan tepat waktu.
Penulis: Aryati
Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0339255
