Universitas Airlangga Official Website

Acanthosis Nigricans dan Lingkar Pinggang: Indikator Dini Sindrom Metabolik pada Remaja Obesitas

Dalam beberapa dekade terakhir, masalah obesitas pada anak dan remaja telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia1. Obesitas bukan hanya sekadar masalah berat badan, melainkan pintu gerbang menuju berbagai komplikasi kesehatan kronis. Salah satu ancaman terbesar adalah Sindrom Metabolik (MetS), yaitu serangkaian kondisi seperti hipertensi, kadar kolesterol abnormal, dan gula darah tinggi, yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. MetS sering kali dikaitkan dengan resistensi insulin, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Mengingat prevalensi MetS yang terus meningkat pada populasi muda, deteksi dini menjadi sangat penting. Penelitian yang dilakukan di Surabaya menganalisis hubungan antara Sindrom Metabolik, distribusi lemak tubuh, dan kondisi kulit yang disebut Acanthosis Nigricans (AN). Acanthosis Nigricans adalah penggelapan dan penebalan kulit yang kasar, terutama di area lipatan seperti leher dan ketiak. Kondisi ini telah lama diketahui berhubungan erat dengan resistensi insulin.

Metode Penelitian yang Sederhana tapi Berarti

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo ini melibatkan 72 remaja obesitas berusia 15 hingga 18 tahun di Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah studi potong lintang, di mana data dikumpulkan melalui wawancara singkat, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium. Pengukuran yang dilakukan mencakup berbagai indikator kesehatan, termasuk indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, rasio pinggang-panggul (WHR), rasio pinggang-tinggi (WHtR), lemak visceral (VF), dan total lemak tubuh. Peneliti juga memeriksa adanya Acanthosis Nigricans secara visual.

Tanda-tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Hasil penelitian ini menunjukkan temuan yang signifikan. Dari 72 subjek, hampir separuhnya, yaitu 48,6%, didiagnosis menderita Sindrom Metabolik. Sementara itu, 44,4% subjek menunjukkan gejala Acanthosis Nigricans. Hal ini menggarisbawahi betapa tingginya risiko MetS di kalangan remaja obesitas. Lebih lanjut, studi ini menemukan bahwa distribusi lemak tubuh, termasuk WHR, WHtR, lemak visceral, dan total lemak tubuh, secara signifikan lebih tinggi pada subjek dengan MetS dan AN. Subjek yang memiliki MetS dan AN juga cenderung memiliki ukuran antropometri dan profil metabolik yang lebih buruk, seperti tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi, serta kadar trigliserida yang lebih tinggi dan kolesterol HDL (kolesterol baik) yang lebih rendah.

Analisis lebih dalam menunjukkan WHtR (rasio pinggang-tinggi) dan lemak visceral (VF) adalah prediktor terbaik untuk MetS dan AN pada remaja obesitas. Penelitian ini menetapkan nilai ambang batas (cut-off point) yang dapat menjadi panduan praktis. Untuk memprediksi Sindrom Metabolik, nilai WHtR > 0,55, lemak visceral > 11,50, dan total lemak tubuh ≥ 25,60% menunjukkan sensitivitas 100%. Untuk Acanthosis Nigricans, nilai ambang WHtR > 0,60 memiliki sensitivitas 96,88%. Temuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa pengukuran sederhana seperti rasio pinggang-tinggi bisa menjadi cara non-invasif, mudah, dan murah untuk mendeteksi dini risiko Sindrom Metabolik pada remaja.

Prediktor Sederhana untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Kesimpulannya, peningkatan lemak visceral dan rasio pinggang-panggul pada remaja obesitas yang juga menunjukkan gejala Acanthosis Nigricans sangat berhubungan dengan risiko lebih tinggi untuk mengembangkan Sindrom Metabolik. Temuan ini mendukung gagasan bahwa Acanthosis Nigricans, lemak visceral, dan rasio pinggang-panggul dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif untuk MetS di kalangan remaja. Penelitian ini memberikan harapan baru dalam pencegahan dini komplikasi kesehatan yang serius. Daripada hanya mengandalkan Indeks Massa Tubuh (IMT), yang tidak mencerminkan komposisi lemak secara spesifik, para profesional kesehatan dapat menggunakan indikator tambahan seperti Acanthosis Nigricans dan pengukuran rasio pinggang-pinggul. Dengan mendeteksi risiko lebih awal, intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat dilakukan secepatnya, membantu remaja terhindar dari penyakit kardiovaskular dan diabetes di masa dewasa. Dengan demikian, pengamatan sederhana terhadap kondisi kulit dan pengukuran lingkar pinggang dapat menjadi langkah awal yang vital untuk melindungi kesehatan generasi muda kita.

Penulis: Dr. Nur Aisiyah Widjaja, dr., Sp.A(K)

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

https://scholar.unair.ac.id/en/publications/acanthosis-nigricans-visceral-fat-waist-hip-ratio-in-obese-adoles