Universitas Airlangga Official Website

ACSID-11 Deteksi Kecanduan Internet pada Mahasiswa Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penelitian terbaru mengungkapkan fakta tentang kebiasaan digital mahasiswa Indonesia. Data menunjukkan mahasiswa menghabiskan rata-rata 5 jam setiap hari untuk media sosial, sementara 3,6 jam digunakan untuk bermain game online.

Hasil studi yang dimuat dalam International Journal of Mental Health Promotion edisi Desember 2025 ini dan melibatkan 600 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, juga mengungkap pola penggunaan internet yang tinggi. Semua partisipan (100%) aktif menggunakan media sosial, sementara 99% melakukan belanja online. Mayoritas (89%) juga terlibat dalam gaming online, dan 27% mengakses konten pornografi online. Lebih jauh, 13% diantaranya mengakses perjudian online.

Temuan ini diketahui dari hasil penelitian Nadhiroh dkk dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan peneliti lain dari Taiwan dan berbagai negara lainnya, melalui validasi dan translasi instrumen ke dalam Bahasa Indonesia, untuk mengidentifikasi gangguan penggunaan internet pada mahasiswa. Instrumen bernama ACSID-11 (Assessment of Criteria for Specific Internet-use Disorder) dirancang khusus untuk mengukur berbagai bentuk ketergantungan internet yang semakin meningkat dan menjadi masalah kesehatan publik. Studi ini menerjemahkan dan memvalidasi ACSID-11 ke dalam bahasa Indonesia melalui proses terjemahan yang sistematis.

ACSID-11 dikembangkan berdasarkan kriteria diagnostik International Classification of Diseases edisi 11 (ICD-11) untuk gangguan penggunaan internet. Alat ini dirancang untuk mengukur berbagai bentuk penggunaan internet yang bermasalah di kalangan pengguna. Gangguan penggunaan internet dapat menghasilkan konsekuensi yang cukup serius, termasuk dalam domain obsesif-kompulsif, sensitivitas interpersonal, depresi, kecemasan, dan indeks keparahan global.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi Indonesia dari ACSID-11 memiliki konsistensi internal yang baik, dengan nilai Cronbach’s α dan McDonald’s ω berkisar antara 0,67 hingga 0,96. Analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan bahwa ACSID-11 Indonesia memiliki struktur empat faktor yang valid, sejalan dengan struktur faktor yang dilaporkan sebelumnya dalam penelitian serupa di Thailand.

Fitur unik dari ACSID-11 adalah sistem penilaian ganda yang menilai baik frekuensi maupun intensitas gejala. Frekuensi mencerminkan seberapa sering gejala terjadi, menangkap regularitas perilaku dari berbagai bentuk penggunaan internet yang bermasalah. Sementara itu, intensitas lebih mencerminkan tingkat keparahan subjektif atau distres yang dialami. Adapun domain yang dinilai adalah kontrol yang terganggu, peningkatan prioritas pada aktivitas online, dan penggunaan internet yang meningkat meskipun berdampak negatif. Selain itu, juga mengukur gangguan fungsional dalam kehidupan sehari-hari dan distres yang ditandai karena aktivitas online.

Penelitian ini menunjukkan hasil psikometri yang menjanjikan yang mendukung penggunaan ACSID-11 untuk menilai berbagai jenis kecanduan internet di antara dewasa muda Indonesia. Versi Indonesia dari ACSID-11 menunjukkan validitas dan keandalan untuk menilai bentuk-bentuk spesifik penggunaan internet yang bermasalah di antara orang Indonesia.

Penulis: Siti Rahayu Nadhiroh, S.KM., M.Kes.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/specific-internet-use-disorders-among-indonesian-college-students/

Referensi:

Siti Rahayu Nadhiroh, Ira Nurmala, Iqbal Pramukti, Kamolthip Ruckwongpatr, Laila Wahyuning Tyas, Afina Puspita Zari, Warda Eka Islamiah, Yan-Li Siaw, Marc N. Potenza, Chung-Ying Lin.  Specific Internet-Use Disorders among Indonesian College Students: Psychometric Evaluation of the Assessment of Criteria for Specific Internet-Use Disorders (ACSID-11). International Journal of Mental Health Promotion, Volume 27, Issue 12,

2025. https://doi.org/10.32604/ijmhp.2025.072115.