Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

ADESTI, Inovasi Alat Pemantau Kualitas Udara Ruang Operasi Berbasis Open Source

7 Views•3 minutes read

Inovasi teknologi untuk meningkatkan pemantauan lingkungan ruang operasi dikembangkan melalui kolaborasi peneliti Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga dan institusi mitra. Penelitian tersebut menghasilkan ADESTI (Air Quality Detection and Safety-Targeted Instrument), sebuah perangkat portabel berbasis open-source yang dirancang untuk memantau kualitas udara di ruang operasi secara real time. ADESTI dikembangkan untuk membantu mendeteksi perubahan komposisi gas di lingkungan ruang operasi. Perubahan kadar oksigen dapat menjadi indikasi adanya gangguan suplai gas atau ventilasi, sementara peningkatan karbon dioksida dapat mencerminkan kondisi pertukaran udara yang kurang optimal. Karbon monoksida juga dipantau sebagai salah satu indikator kontaminasi lingkungan.

Berbeda dari sejumlah perangkat pemantauan yang umumnya mengukur satu atau beberapa parameter secara terpisah, ADESTI mengintegrasikan beberapa sensor dalam satu perangkat. Sistem ini memantau oksigen (O₂), karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), suhu, kelembapan, tekanan barometrik, serta intensitas cahaya.

Pengembangan ADESTI tidak hanya dilakukan melalui pengujian laboratorium. Perangkat juga diuji secara langsung di lingkungan ruang operasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pada berbagai prosedur medis. Dalam pengujian lapangan, ADESTI digunakan untuk memantau perubahan konsentrasi gas sebelum, selama, dan setelah prosedur, termasuk prosedur injeksi saraf, operasi kandung empedu dengan penggunaan sevoflurane dan oksigen, serta operasi ginjal. Sistem dapat mendeteksi perubahan kadar O₂ dan CO₂ yang berkaitan dengan kondisi ventilasi, jumlah orang di dalam ruangan, dan aktivitas anestesi. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan tingkat akurasi 99,71% untuk O₂, 98,84% untuk CO₂, dan 93,79% untuk CO, sementara presisi ketiga sensor gas tersebut berada di atas 99%. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran ADESTI dengan instrumen referensi.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan ADESTI adalah efisiensi perangkat. Sistem ini menggabungkan fungsi yang sebelumnya membutuhkan beberapa instrumen komersial terpisah menjadi satu perangkat portabel. Total biaya perangkat keras ADESTI tercatat sekitar US$355,10. Penggunaan komponen yang tersedia secara luas, desain modular, serta teknologi 3D printing memungkinkan perangkat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti maupun institusi lain.

ADESTI dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan lingkungan ruang operasi yang kompleks. Selain kualitas udara, kondisi suhu, kelembapan, tekanan, dan pencahayaan juga dapat dipantau dalam satu sistem. Para peneliti juga mengidentifikasi sejumlah pengembangan yang masih dapat dilakukan. Versi saat ini menampilkan data secara real time, tetapi belum memiliki penyimpanan data internal maupun transmisi nirkabel. Pengembangan berikutnya dapat diarahkan pada penambahan fitur data logging, konektivitas nirkabel, serta sistem peringatan otomatis berdasarkan ambang batas tertentu. Dalam pengujian lapangan, ditemukan pula adanya offset pada pembacaan oksigen dibandingkan kondisi kalibrasi laboratorium. Peneliti mengaitkannya dengan faktor seperti aliran udara lokal dari sistem ventilasi, perubahan suhu ruang operasi, dan belum dilakukannya kalibrasi ulang di lokasi sebelum setiap sesi pengukuran. Tim peneliti beranggapan faktor tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya.

Penulis: Dr. Anna Surgean Veterini, dr., Sp.An.KIC.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/adesti-a-portable-open-source-instrument-for-air-quality-monitori/