Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pada wilayah agraris yang kaya akan potensi pangan lokal memerlukan pendekatan adaptif serta inovatif. Kelompok mahasiswa Universitas Airlangga berupaya menjawab tantangan keterbatasan variasi pengolahan ikan kembung yang melimpah namun seringkali kurang diminati anak anak karena penyajian tradisional. Melalui pemanfaatan kandungan protein serta omega tiga yang esensial bagi pertumbuhan kognitif, persepsi mengenai makanan sehat diubah menjadi sajian modern yang lezat sekaligus ekonomis.
Fokus utama diarahkan pada intervensi nutrisi guna menekan angka gangguan pertumbuhan pada balita melalui diversifikasi pangan berbasis perikanan. Berangkat dari visi tersebut, Mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga Kelompok Karangdoro 2 menginisiasi program DIMSIK (Dimsum Ikan Kembung Sianti Stunting) sebagai solusi kreatif pencegahan stunting di Desa Karangdoro.
Implementasi nyata dari program DIMSIK ini berhasil dilaksanakan pada hari Rabu (14/1/2026) di Posyandu Blokagung 6, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif kader kesehatan serta orang tua melalui pembagian produk dimsum secara langsung disertai edukasi mendalam mengenai teknik pengolahan ikan yang higienis.
Warga peserta posyandu terlihat antusias saat mencicipi kudapan tersebut, di mana banyak orang tua terkejut dengan cita rasa ikan kembung. Hal ini ditekankan oleh salah satu Ibu peserta posyandu yang menyampaikan bahwa dimsum ikan kembung ini rasanya tidak terlalu jauh berbeda dengan dimsum ayam pada umumnya. Testimoni positif tersebut membuktikan bahwa inovasi pangan berbasis perikanan dapat diterima dengan baik oleh lidah masyarakat tanpa mengurangi kelezatan aslinya.
Sinergi ini memanfaatkan karakteristik masyarakat Karangdoro yang memiliki semangat gotong royong tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga secara mandiri. Dengan mengintegrasikan potensi lokal dan pemahaman gizi, warga kini memiliki keterampilan baru untuk menciptakan asupan berkualitas bagi generasi mendatang. Maka dari itu, implementasi program DIMSIK menjadi akselerator nyata dalam mencapai SDG Poin 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera sekaligus menjadi gerakan sosial dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat di ujung timur Pulau Jawa. Berita ini mendukung SDG poin 3 melalui upaya preventif kesehatan dan pemenuhan nutrisi berkualitas bagi masyarakat.
Penulis: Lutfi Ahmad





