Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Edukasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Program BIO–MAGGOT

Program BIO–MAGGOT dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Program BIO–MAGGOT dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga Tahun 2026 melaksanakan kegiatan BIO–MAGGOT (Biokonversi Organik Menggunakan Maggot Black Soldier Fly) sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program BIO–MAGGOT dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga, perangkat desa, serta ibu-ibu PKK Desa Wadeng sebagai sasaran utama program.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai permasalahan sampah organik dan memperkenalkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi biokonversi sampah basah. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi langsung pengelolaan sampah organik menggunakan maggot serta menerima pembagian maggot untuk diterapkan di rumah masing-masing.

Ibu Kepala Desa Wadeng, Ibu Amalah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Masyarakat antusias, semoga kedepannya warga bisa memilah sampah organik dan anorganik,” ujarnya. Salah satu peserta, Ibu Mamik, juga menilai program ini bermanfaat meski masih terasa baru. “Kalau bisa menerapkan program BIO–MAGGOT ini, bisa mengurangi sedikit sampah basah,” tuturnya.

Kegiatan ini mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengurangan sampah rumah tangga serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga.

Penulis: Naswa