Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) terus menjadi tantangan kesehatan global. Â Virus HIV ini menyerang sel CD4 yang merupakan garda utama sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh kita terpapar virus HIV maka sistem imun didalam tubuh menurun dan membuat tubuh mudah diserang penyakit lainnya. Pengukuran jumlah sel CD4 adalah langkah penting untuk mengetahui seberapa kuat sistem imun seorang pasien HIV. Namun alat ini tidak banyak tersedia di semua fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia.
Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan hematologi yang meliputi pengukuran rasio neutrofil terhadap limfosit (NLR) dan rasio trombosit terhadap limfosit (PLR). Pengukuran ini merupakan indikator yang bisa digunakan sebagai alternatif pengganti pengukuran CD4 yang dianggap masih mahal untuk memonitor status imun pada pasien HIV .
Penelitian ini merupakan penelitian bersama antara Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret dengan Lembaga Penyakit Tropis, Universitas Airlangga. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Moewardi dengan menggunakan metode cross-sectional observational. Penelitian ini menggunakan 80 sampel darah dari pasien HIV yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV). Dari hasil pengukuran NLR dan PLR kemudian dilakukan analisis statistik diantaranya uji Chi‑Square, korelasi Pearson, dan regresi linier untuk menilai hubungan NLR & PLR terhadap jumlah CD4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah nilai median CD4 sebesar 103 sel/mm³ (atau <200 cell/mm3), kadar rata-rata NLR sebesar 3,06, dan kadar rata-rata PLR sebesar 181,03. Selain itu, dari penelitian ini menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi jumlah CD4 pada pasien HIV antara lain infeksi oportunistik, lama konsumsi ARV, indeks massa tubuh, jumlah limfosit total, dan kadar hemoglobin.
Korelasi NLR dan CD4
Nilai NLR adalah perbandingan antara jumlah neutrofil dan limfosit dalam darah, yang digunakan sebagai penanda untuk memantau perkembangan berbagai penyakit, termasuk HIV. NLR mencerminkan kualitas respons imun: limfosit sebagai ujung tombak sistem imun adaptif dan neutrofil sebagai komponen utama respons imun bawaan. NLR merespons inflamasi akut (kenaikan neutrofil), sedangkan CD4 menunjukkan status kekebalan jangka panjang. NLR dapat menjadi indikator yang mudah diukur untuk memprediksi penurunan imunitas (CD4 rendah) dan peningkatan risiko infeksi oportunistik pada pasien HIV.
Korelasi PLR dan CD4
Nilai PLR adalah perbandingan antara jumlah trombosit terhadap limfosit dalam darah. Rasio ini digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat peradangan dan infeksi sistemik—termasuk pada pasien HIV. Rasio yang tinggi sebagai tanda bahwa sistem imun melemah, ditandai dengan rendahnya jumlah sel CD4.
Peran NLR dan PLR sebagai prediktor jumlah CD4
Dari hasil analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara NLR & PLR dengan jumlah CD4. NLR dan PLR bukan hanya indikator peradangan. Tetapi bisa sebagai penanda prognostik praktis dan murah untuk memprediksi jumlah CD4 dan risiko kematian pada pasien HIV. Dari hasil penelitian ini, dapat ditentukan batas nilai tertentu yaitu NLR ≥2 dan PLR <100 atau >200 dikaitkan dengan risiko kematian yang meningkat. Dengan demikian, studi ini dapat memvalidasi bahwa NLR dan PLR yang tinggi mencerminkan status imunologi dan progresivitas infeksi HIV seperti yang ditunjukkan oleh jumlah CD4 yang rendah.
Dari hasil penelitian ini, kedua indikator ini (NLR dan PLR) menawarkan alternatif yang cepat, murah, dan dapat diandalkan untuk mendukung perawatan pasien HIV, terutama di lingkungan dengan keterbatasan sarana dan prasara. Bagi klinik di daerah terpencil atau dengan sumber daya terbatas, pemeriksaan CD4 konvensional mungkin tidak tersedia sehingga bisa memanfaatkan NLR dan PLR sebagai alternatifnya. Dengan demikian tenaga medis tetap bisa memantau perkembangan terapi dan kondisi imun pasien HIV secara efektif, sehingga perawatan bisa lebih efektif.
Penulis: Siti Qamariyah Khairunisa, S.Si., M.Si Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: Hasna, ZRA et.al. (2024). Neutrophil-to-lymphocyte and Platelet-to-lymphocyte Ratio as Predictors of CD4 Count among People Living with HIV. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease. 2024 Januari – April 12 (1). Available online: Neutrophil-to-lymphocyte and Platelet-to-lymphocyte Ratio as Predictors of CD4 Count among People Living with HIV | Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease





