Ikan mahseer, juga dikenal sebagai Ikan Dewa, merupakan salah satu ikan air tawar terpenting di Asia Tenggara. Spesies ini memiliki nilai gizi yang tinggi, rasa yang lezat, dan tekstur daging yang lembut, sehingga harganya cukup mahal [1,2]. Ikan mahseer merupakan spesies bentopelagis yang hidup di sungai dengan aliran air yang deras dan jernih dengan kandungan oksigen terlarut yang tinggi [3]. Ikan mahseer termasuk dalam genus Tor sp. yang terdiri dari beberapa spesies dengan morfologi yang berbeda.

Karakterisasi molekular perlu dilakukan dalam rangka mencari spesies uggul untuk tujuan beragam, diantaranya mencari hubungan kekerabatan, potensial spesies unggul dan keperluan seleksi dan hibridisasi. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi karakteristik bioinformatika gen penyandi Cyt b dari beberapa spesies Mahseer, yaitu Tor tambroides, Tor douronensis, Tor khudree, dan Tor putitora. Sekuens Mahseer Cyt b dianalisis menggunakan data nukleotida dengan panjang sekuens 330 bp yang diperoleh dari NCBI mengunakan Program MEGA X.
Berdasarkan analisis pohon filogenetik Neighbor-Joining (NJ), Tor tambroides dan Tor putitora, bersama-sama, membentuk klade I. Tor khudree, di sisi lain, memiliki hubungan kekerabatan yang berbeda dan bukan bagian dari klade I. Tor douronensis, dengan nilai bootstrap 99%, adalah kelompok luar yang memiliki hubungan kekerabatan yang berbeda dari klade lainnya. Analisis filogenetik lokasi cabang setiap spesies Tor menunjukkan bahwa Tor tambroides, Tor putitora, dan Tor douronensis adalah kerabat terdekat satu sama lain karena mereka memiliki cabang terpendek. Menurut Zein dan Sulandari (2009) [24], semakin panjang cabang pohon filogenetik, semakin besar perubahan evolusi yang terjadi. Meskipun ada perubahan evolusi, analisis tersebut tetap menunjukkan bahwa ada hubungan kekerabatan yang dekat di antara spesies genus Tor. Hasil filogenetik menunjukkan hubungan kekerabatan yang erat dengan jarak genetik terdekat sebesar 0,000, sedangkan jarak terjauh sebesar 0,068. Komposisi nukleotida
Penulis: Endah Rochmatika, Ahmad Shofy Mubarok, Shobrina Silmi Qori Tartila, Mufasirin, Teuku Fadlon Haser
Link: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1392/1/012008/pdf.
Baca juga: Mengenal Kerusakan Jaringan Insang Ikan Koi (Cyprinus Carpio) Akibat Infestasi Parasit





