Anestesi regional telah mengalami perkembangan signifikan sejak awal penggunaannya. Pada fase awal, pemahaman mengenai analgesia spinal dan epidural masih terbatas, dengan pengetahuan farmakologis dan anatomi yang kurang. Namun, seiring waktu, pengetahuan ini berkembang, memunculkan kebangkitan dalam teknik analgesia regional. Kemajuan besar terjadi dengan pengenalan blok saraf selektif dan stimulasi saraf, yang meningkatkan presisi dan mengurangi risiko kegagalan serta kerusakan saraf. Revolusi lebih lanjut datang dengan penggunaan panduan ultrasonografi (USG), yang memungkinkan ahli anestesi untuk secara akurat menentukan lokasi saraf dan penyebaran suntikan. USG kini menjadi alat penting, tidak hanya dalam anestesi tetapi juga dalam manajemen nyeri, termasuk dalam pengelolaan sakit kepala dengan pemblokiran saraf oksipital ketiga (TON).
Sakit kepala tipe oksipital ketiga (TON) mungkin merupakan jenis sakit kepala kronis harian yang sering tidak terdiagnosis. TON biasanya muncul setelah trauma pada tulang belakang leher bagian atas. Kegagalan blok TON dalam meredakan sakit kepala sering disebabkan oleh kesalahan diagnosis. Jika tidak ada riwayat trauma, TON jarang menjadi penyebab sakit kepala. Sebaliknya, pasien dengan sakit kepala di daerah oksipital lebih sering menderita sakit kepala tipe tegang (TTH) atau, dalam kasus yang lebih jarang, neuralgia oksipital.
Sakit kepala TTH biasanya tidak merespons blok TON, tetapi bisa merespons pengobatan dengan antidepresan seperti amitriptilin. Oleh karena itu, spesialis manajemen nyeri perlu mempertimbangkan diagnosis ulang jika blok TON tidak efektif. Selain itu, sebelum melakukan blok saraf, penting untuk melakukan pencitraan resonansi magnetik kepala dan radiografi tulang belakang leher untuk menyingkirkan patologi intrakranial dan kelainan bawaan seperti malformasi Arnold Chiari yang mungkin menyebabkan sakit kepala oksipital.
Penulis: Dr. Hanik Badriyah Hidayati, dr.,Sp.S
Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/ultrasound-guided-third-occipital-nerve-ton-blocks
Baca juga: Pencitraan Ultrasonografi Transvaginal untuk Menilai Hipervaskularitas Intraservikal Berkorelasi





