UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim yang terdiri dari Rafael Gerrard, Evelyn Nathania Prasetyo, dan Shifa Maharani berhasil meraih Juara 1 kategori International Scientific Poster Competition dalam ajang The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) 2025.
Rafael Gerrard selaku ketua tim, mengoordinasikan diskusi dan pengerjaan karya. Evelyn Nathania Prasetyo berperan dalam desain poster agar tampil komunikatif dan menarik secara visual, sementara Shifa Maharani berfokus pada peninjauan konten ilmiah serta penyempurnaan desain. “Kami berusaha membangun kerja tim yang solid dengan saling melengkapi peran masing-masing,” ungkap tim.
Soroti Keterkaitan Periodontitis dan Preeklampsia
Tim memilih kategori International Scientific Poster Competition karena format poster dinilai efektif untuk menyampaikan isu ilmiah kompleks secara ringkas dan visual kepada audiens internasional. Poster yang tim angkat membahas hubungan antara penyakit periodontal dan preeklampsia, isu yang masih relatif jarang menjadi kajian dalam kedokteran gigi.
Penyakit periodontal sering publik anggap sebagai masalah lokal di rongga mulut, padahal inflamasi periodontal dapat berdampak sistemik. Tim menyoroti bahwa periodontitis kronis berpotensi memicu inflamasi sistemik yang berdampak pada kesehatan ibu hamil. “Kami ingin menekankan bahwa kesehatan periodontal berperan penting dalam menjaga kesehatan sistemik selama kehamilan,” jelas tim.
Kajian dalam poster menunjukkan bahwa periodontitis kronis meningkatkan kadar sitokin proinflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), serta menurunkan sitokin antiinflamasi IL-10. Ketidakseimbangan ini berkontribusi pada inflamasi sistemik dan gejala awal preeklampsia.
Proses Panjang, Tantangan, dan Makna Kemenangan
Poster ilmiah ini merupakan hasil penelitian yang bekerja sama dosen pembimbing jauh sebelum kompetisi berlangsung. Data penelitian kemudian disusun dalam bentuk poster dengan memperhatikan alur baca, kejelasan bahasa, dan kekuatan visual. Setelah dinyatakan lolos tahap presentasi, tim mempersiapkan penyampaian materi agar tetap ilmiah namun mudah dipahami.
Tantangan utama yang tim hadapi adalah keterbatasan waktu diskusi karena salah satu anggota menjalani student exchange di zona waktu berbeda. Meski demikian, tim tetap menjaga koordinasi dan komitmen. Pendampingan dari Dr Pratiwi Soesilawati drg MKes turut berperan besar dalam penguatan konsep, desain poster, dan latihan presentasi. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus aktif dalam kegiatan ilmiah. “Keberanian untuk mencoba adalah langkah awal yang paling penting,” tutup tim.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





