Universitas Airlangga Official Website

Apakah Probiotik Dapat Melindungi Kesuburan Pria Dari Dampak Stres? Penelitian Eksperimental Dengan Model Tikus Stres Kronis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Latar Belakang: Stres kronis diketahui menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan infertilitas pria. Ketika stres terjadi dalam jangka panjang, sistem hormon terganggu, terutama pada sumbu HPA (hypothalamus–pituitary–adrenal), yang menekan sumbu HPG (hypothalamus–pituitary–gonadal), menurunkan produksi testosteron dan merusak kualitas sperma. Penggunaan antidepresan seperti fluoxetine dapat memperburuk kondisi ini karena efek gonadotoksiknya. Dalam studi ini, Dicky Faizal Irnandi di bawah bimbingan Dr. Reny I’tishom, M.Si, Prof. Dr. dr. Margarita M. Maramis, Sp.KJ(K)., FISCM, dan Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes melakukan penelitian tentang probiotik Bifidobacterium spp. sebagai alternatif terapi yang aman dan efektif dalam melindungi fungsi reproduksi jantan dari dampak stres yang diinduksi oleh hormon kortikosteron.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian Bifidobacterium spp. terhadap kualitas sperma dan proses spermatogenesis pada model mencit jantan dengan stres yang diinduksi kortikosteron secara eksperimental, serta membandingkan efeknya dengan fluoxetine.

Prosedur penelitian ini dilaksanakan dengan sampel lima puluh ekor mencit jantan Mus musculus dibagi dalam 5 kelompok: CTR (kontrol negatif) adalah kelompok tanpa perlakuan, DEP adalah kelompok yang diberikan perlakuan injeksi kortikosteron selama empat minggu (model stres), FLX adalah kelompok yang diberikan perlakuan injeksi kortikosteron selama empat minggu lalu diberi terapi fluoxetine, BFD adalah kelompok yang diberikan perlakuan injeksi kortikosteron selama empat minggu lalu diberi terapi probiotik Bifidobacterium spp., dan pBFD: adalah kelompok yang diberikan probiotik Bifidobacterium spp. sebelum diberikan perlakuan injeksi kortikosteron selama empat minggu (pencegahan). Parameter yang diamati meliputi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma, serta jumlah sel germinal dan skor Johnsen (penilaian tingkat spermatogenesis melalui preparat histologis testis).

Hasil dari peneltian ini adalah kelompok DEP dan FLX mengalami penurunan signifikan pada semua parameter kualitas sperma dan spermatogenesis. Kelompok FLX menunjukkan kerusakan paling parah, mengindikasikan efek toksik fluoxetine terhadap testis. Sementara itu, kelompok BFD dan pBFD menunjukkan perbaikan signifikan pada kualitas sperma dibandingkan kelompok stres. Secara khusus, kelompok BFD (probiotik setelah stres) memberikan hasil peningkatan motilitas dan morfologi sperma, namun tidak sepenuhnya memulihkan jumlah sel germinal. Pada kelompok pBFD (probiotik sebelum stres), probiotik ternyata secara signifikan dapat mempertahankan jumlah sel germinal, namun efeknya terhadap motilitas dan morfologi sperma tidak sekuat pada kelompok BFD.

Kesimpulan penelitian ini adalah probiotik Bifidobacterium spp. menunjukkan dua manfaat penting yaitu sebagai terapi pelindung jika diberikan sebelum stres, dan sebagai terapi pemulihan bila diberikan setelah stres. Penelitian ini membuka potensi penggunaan probiotik sebagai intervensi pendukung dalam mengatasi infertilitas pria akibat stres, serta alternatif yang lebih aman dibandingkan penggunaan obat antidepresan konvensional.

Judul artikel: Effects of Probiotics on Sperm Quality, Spermatogenesis, and Germinal Cell Count in Depression-Induced Male Mice

Penulis: Dicky Faizal Irnandi, Wibi Riawan, Nadhirah M. Azhar, Irene Y. Vilado, Daniel S. Chandra, Aulia R. Pawestri, Amelia Faradina, Adi L. Kurniawan, Nurdiana, Margarita M. Maramis, Reny I’tishom

Irnandi DF, Riawan W, Azhar NM, et al. Effects of Probiotics on Sperm Quality, Spermatogenesis, and Germinal Cell Count in Depression-Induced Male Mice. Malaysian Journal of Medical and Health Sciences. 2025;21(SUPP10):56–60. doi:10.47836/mjmhs.21.s10.12

Link artikel : https://medic.upm.edu.my/jurnal_kami/volume_21_2025/mjmhs_vol21_supp_10_november_2025-90274