Universitas Airlangga Official Website

Apakah Terapi Plasma Konvalesen Berpengaruh terhadap Keparahan COVID-19 berdasarkan Ekspresi TNF-α dan IFN-γ?

Foto by Generali Indonesia

Tahukah anda bahwa terapi dengan menggunakan terapi plasma konvalesen dapat berpengaruh terhadap keparahan COVID-19? Jika anda tidak mengetahui maka anda selayaknya membaca artikel yang dipublikasikan oleh Budhy dkk pada tahun 2023. Disebutkan bahwa terdapat dua jenis sitokin (sitokin inflamasi dan sitokin anti-inflamasi) yang dihubungkan dengan tingkat keparahan yang ditimbulkan akibat COVID-19. Pada penelitian Damayanti dkk, diambil dua jenis sitokin yaitu sitokin tumor necrosis factor (TNF)-α dan interferon (IFN)-γ karena keduanya merupakan sitokin inflamatori utama yang berhubungan dengan keparahan pasien COVID yang dihubungkan dengan inflamasi pada paru-paru,. Kedua jenis sitokin tersebut diperiksa setelah diambil dari subjek penelitian yang sebelumnya telah dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok COVID-19 yang diberi dan tanpa diberi terapi dengan menggunakan plasma konvalesen.

Salah satu terapi COVID-19 adalah dengan berbasis antibodi, yaitu antibodi plasma konvalesen bahkan disebutkan bahwa terapi dengan transfuse plasma konvalesen merupakan terapi yang terbaik. Antibodi plasma konvalesen adalah terapi yang mengandung viral neutralizing antibodi dimana penggunaan antibodi plasma konvalesen dapat menekan/mensupresi keadaan viremia pada pasien COVID-19 dan merupakan salah satu terapi yang ideal pada kasus inflamasi pada organ paru-paru yang disebabkan oleh Syndrome Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). TNF-α merupakan sitokin inflamatori yang utama dengan pengaruh pada sel makrofag yang diproduksi pada keadaan infeksi, trauma, dan lainnya. TNF-α merupakan sitokin yang dikaitkan dengan badai sitokin. IFN-γ dilepaskan oleh sel epitel paru-paru yang terinfeksi dengan tujuan untuk membatasi penyebaran virus dan sebagai imunomodulator sel imunitas di dalam melakukan tugasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pasien COVID-19 yang mendapat terapi antibodi plasma konvalesen menunjukkan peningkatan kadar IFN-γ, penurunan terhadap kadar sitokin TNF-α, perbaikan keadaan klinis yang dapat diamati melalui: temperature tubuh, laju pernapasan, detak jantung, dan nilai PaO2/FIO2 dibandingkan dengan kelompok pasien COVID-19 yang tidak mendapatkan terapi antibodi plasma konvalesen. Peningkatan kadar sitokin IFN-γ dan penurunan kadar sitokin TNF-α disebabkan oleh aplikasi terapi plasma konvalesen merupakan terapi berbasis antibodi sehingga dengan terdapatnya antibodi maka memiliki efek terapetuik termasuk proses neutralisasi virus, aktivasis sistem komplemen, dan neutralisasi sitotoksisitas. Penelitian efek terapi berbasis antibodi plasma konvalesen perlu dilakukan lagi dengan menggunakan parameter sitokin yang lainnya sehingga dapat mengetahui secara pasti efek plasma konvalesen terhadap pasien COVID-19.

Penulis: Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, drg., M.Kes., Sp.PMMF (K)

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2023030715125112-0592.pdf

Theresia Indah Budhy, Roni Handayani, Septyana Eka Rahmawati and Jusak Nugraha. [2023] Effects of Convalescent Plasma Therapy on TNF-α and IFN-γ in Randomized COVID-19 patients at Haji Surabaya General Hospital. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences Vol. 19(3), pp: 54-56