UNAIR NEWS — Kholida Zia, mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR), meraih Juara I National Essay Competition (NASCOM Capsule) 2026 yang diselenggarakan Program Studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penganugerahan berlangsung pada (17/10/2026). Kholida Zia memperkenalkan FarMove, konsep aplikasi yang memadukan edukasi penggunaan obat dengan dorongan gaya hidup aktif.
Menggabungkan Dua Pilar Kesehatan
FarMove dikembangkan untuk merespons dua persoalan kesehatan, yakni penggunaan obat yang belum rasional dan kebiasaan kurang bergerak yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM). Menurut data WHO (World Health Organization) yang disampaikan Zia, PTM menyebabkan sekitar 41 juta kematian per tahun atau setara 74 persen dari seluruh kematian global.
“FarMove menggabungkan dua pilar, yaitu farma dan move. Saya ingin persoalan penggunaan obat berjalan beriringan dengan upaya mendorong masyarakat lebih aktif bergerak,” jelas Zia. Pada pilar farma, aplikasi ini dirancang memiliki fitur Farma Scan, Farma Dose, dan Farma Bot untuk mendukung akses informasi obat, sedangkan pilar move menggunakan gamifikasi untuk memotivasi aktivitas fisik.
Salah satu fitur yang diusulkan ialah Move Strike, yang memungkinkan pengguna mengumpulkan poin dari aktivitas dan menukarkannya dengan voucher kesehatan melalui apotek mitra atau layanan pemeriksaan tertentu. Konsep ini menghubungkan edukasi obat dengan pembiasaan aktivitas fisik sehari-hari secara bertahap. Gagasan ini juga menyoroti risiko produk yang mengklaim berbahan herbal sepenuhnya, tetapi berpotensi mengandung bahan kimia obat (BKO) ilegal.
Mengembangkan Gagasan Terintegrasi
Zia mulai mengembangkan esai pada Agustus 2026 dan menyelesaikan naskah pada September. Tantangan utamanya adalah menemukan unsur kebaruan karena gagasan aplikasi kesehatan cukup sering diangkat dalam kompetisi esai.
Untuk memperkuat pembeda, Zia memasukkan konsep smart acupressure slippers atau sandal akupresur pintar yang berpotensi diintegrasikan dengan FarMove. “Saya mencari hal yang dapat membuat gagasan ini berbeda, lalu terpikir untuk mengintegrasikan aplikasi dengan sandal akupresur pintar,” tuturnya.
Konsep tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk penentuan sensor dan pengembangan mekanisme yang sesuai. Zia berharap integrasi ini dapat membuat FarMove tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu pengguna membangun kebiasaan sehat secara lebih interaktif.
Sebagai lomba individu, seluruh proses penyusunan esai, pengembangan konsep, dan prototipe dilakukan Zia sendiri. Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian kompetisi, tetapi dapat dikaji lebih jauh agar berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.
“Harapan saya, ide yang saya buat bukan hanya bermanfaat untuk pencapaian lomba, tetapi juga untuk Indonesia dan teman-teman,” ungkap Zia. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar berani mencoba kompetisi dan tidak menunggu sampai memiliki ide sempurna.
“Jangan takut mengikuti kompetisi. Yang penting berani memulai, mau terus belajar, dan mengerahkan usaha terbaik,” pesannya.
Penulis: Abraham Chrisanta Putra
Editor: Yulia Rohmawati
