UNAIR NEWS – Tahun 2017 adalah tahun pembuka kegiatan kemahasiswaan bidang olahraga dan seni yang tergabung dalam rangkaian dies natalis Universitas Airlangga (UNAIR). Pernyataan tersebut diutarakan Dekan Psikologi UNAIR Dr. Nurul Hartini, M.Kes. selaku ketua Dies Natalis Ke-63 UNAIR saat sambutan dalam opening Gelanggang Laga Ksatria Airlangga-Rektor Cup 2017 atau dikenal Gala Airlangga 2017.
Kegiatan itu bukan merupakan rangkaian kompetisi kemahasiswaan di universitas yang kali pertama. Tahun lalu kompetisi tersebut disebut dengan nama student week dan pekan seni mahasiswa.
“Tahun ini kegiatan kemahasiswaan cabang olahraga dan seni menjadi bagian dari rangkaian dies natalis Universitas Airlangga. Tahun selanjutnya kegiatan ini bisa dijadikan sebagai pesta bagi mahasiswa UNAIR dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik,” jelasnya.
Nurul berharap, dengan badan yang sehat, intelektual yang berkualitas, emosi yang terjaga, dan perilaku yang beretika, akan terbentuk pribadi yang benar-benar excelent with morallity. Sabtu malam (9/10) bertempat di Gedung Olahraga UNAIR, perlombaan yang terdiri atas sembilan cabang olahraga dan 12 cabang seni resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak,.
Banyak lomba cabang olahraga yang wajib diikuti seluruh kontingen fakultas UNAIR. Di antaranya, basket, futsal, voli, badminton, tenis meja, tenis lapangan, catur, panahan, dan mini bridge.
Selanjutnya, untuk seni, kedua belas cabang yang dilombakan adalah monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, vokal grup, tunggal pop, tunggal dangdut, tunggal keroncong, tunggal seriosa, lukis, desain poster, komik strip, dan fotografi.
Di hadapan seluruh kontingen fakultas dan panitia penyelenggara dari unit kegiatan mahasiswa UNAIR, Nasih berpesan tidak penting siapa yang menjadi juara I, II, dan III. Yang terpenting adalah semuanya belajar menjadi orang yang jujur, sportif serta bisa mengakui kelebihan dan keunggulan orang lain.
“Mari terus asah kemampuan dan soft skills, belajar berlomba serta bertanding dengan sportif, junjung tinggi sportivitas, dan kita siap menjadi juaranya. Selamat bertanding, berlomba, serta bersaing. Ini semua pelajaran bagi kita. Jujur dan sportif akan menjadi bekal untuk memenangi masa-masa yang akan datang,” ungkapnya. (*)
Penulis: Disih Sugianti
Editor: Feri Fenoria





