Universitas Airlangga Official Website

Asupan Zat Gizi dan Durasi Tidur serta Hubungannya dengan Status Gizi Mahasiswa Baru FKM UNAIR selama Kuliah Online

IL by Fimela

Selama dua tahun terakhir pandemi Covid-19, semua kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring. Hal ini juga berlaku bagi mahasiswa baru FKM Unair pada tahun 2021, dimana mereka semua melakukan studi dari rumah. Belajar dari rumah mengharuskan mahasiswa untuk cepat beradaptasi dengan sistem dan teknologi perkuliahan online, yang kemungkinan dapat mengganggu pola tidur dan mengubah pola konsumsi mereka. Menurut Noviasty dan Susanti (2020), selama pandemi Covid-19, pola konsumsi mahasiswa mengalami pergeseran, dengan peningkatan konsumsi sayur dan buah. Namun, penelitian Ughude dkk (2021) menunjukkan bahwa sebanyak 18,8% mahasiswa memiliki pola konsumsi yang tidak sehat, dengan kurang memperhatikan pedoman gizi dan kandungan gizi dalam makanan yang mereka konsumsi. Menurut Maharani (2022), durasi dan kualitas tidur yang pendek dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami obesitas. Durasi tidur yang pendek juga dapat menyebabkan perubahan beberapa hormon seperti ghrelin dan leptin yang mengakibatkan terjadinya peningkatan nafsu makan. Akibatnya, pola makan dan keadaan gizi seseorang akan terganggu. Gangguan pola tidur dan pola konsumsi tersebut dapat mempengaruhi status gizi mahasiswa.    

Status gizi seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, etnis, asupan makanan, durasi tidur, dan tingkat aktivitas fisik. Jika pola asupan makanan tidak sesuai, mahasiswa berisiko mengalami status gizi yang kurang ideal, baik dalam bentuk kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Semakin tinggi asupan makanan seseorang, semakin besar kemungkinannya untuk memiliki status gizi yang berlebih atau overweight. Oleh karena itu, kebiasaan makan yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip gizi dapat menyebabkan masalah berat badan yang berlebihan atau kekurangan.

Hasil penelitian Abihail dkk (2023) lebih dari separuh mahasiswa baru FKMUnair (56,4%) memiliki durasi tidur <7 jam per hari. Selama pandemi Covid-19, hampir semua mahasiswa baru tinggal di rumah masing-masing, hanya 1 orang yang terpaksa tetap tinggal di kost. Sekalipun mayoritas mahasiswa baru berstatus gizi normal, namun sebanyak 16,4% berstatus gizi lebih (overweight dan obesitas) dan sebanyak 14,6% berstatus gizi kurang (kurus dan sangat kurus). Berdasarkan asupan makanan, mayoritas asupan energi, karbohidrat dan lemak mahasiswa baru FKM terkategori kurang. Hanya asupan protein yang mayoritas terkategori lebih.

Meskipun dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara durasi tidur dan asupan zat gizi dengan status gizi, mahasiswa tetap diharapkan untuk memperhatikan durasi tidur dan pola konsumsi yang seimbang sesuai dengan prinsip gizi. Hal ini bertujuan untuk mencegah perubahan status gizi yang berpotensi mengarah ke kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas. Status gizi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk durasi tidur, asupan makanan, aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, penyakit infeksi, dan lainnya. Meskipun demikian, efek dari kurangnya durasi tidur terhadap peningkatan indeks massa tubuh cenderung lebih signifikan pada anak-anak daripada pada orang dewasa. Hal ini dikarenakan anak-anak memiliki toleransi perubahan keseimbangan biologis yang lebih baik daripada orang dewasa. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kurangnya durasi tidur dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada semua kelompok usia. Studi lain juga menunjukkan bahwa remaja dengan durasi tidur yang pendek memiliki risiko 1,1 kali lebih besar terhadap kelebihan berat badan dibandingkan dengan remaja yang memiliki durasi tidur yang cukup.

Durasi tidur yang direkomendasikan oleh National Sleep Foundation (NSF) adalah antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Menurut penelitian oleh Wang (2018), durasi tidur yang pendek dapat meningkatkan nafsu makan seseorang karena adanya perubahan dalam sekresi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Selain itu, durasi tidur yang kurang juga dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti minuman manis, makanan cepat saji, mie instan, sambil mengurangi konsumsi sayuran, buah, dan susu. Dampak dari durasi tidur yang tidak sesuai dengan rekomendasi dapat berkontribusi pada peningkatan ukuran lingkar pinggang seseorang, yang merupakan indikator risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam hal asupan zat gizi, tidak ada hubungan antara asupan zat gizi dan status gizi mahasiswa baru FKM Unair. Tidak adanya hubungan antara kedua variabel tersebut dapat disebabkan oleh responden yang tidak dapat mengingat dan mengetahui dengan jelas jenis dan jumlah makanan yang mereka konsumsi, sehingga hasil perhitungan asupan nutrisi tidak mencerminkan kondisi gizi responden yang sebenarnya. Faktor-faktor lain selain asupan energi dan makronutrien juga dapat memengaruhi kondisi tersebut, seperti tingkat aktivitas fisik, tingkat stres, pengetahuan tentang gizi, tingkat ekonomi, faktor lingkungan, dan lain-lain. Namun, faktor-faktor tersebut tidak dianalisis oleh peneliti dalam penelitian ini.

Penulis: Lailatul Muniroh

Jurnal: https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/search?subject=energy%20intake