Jajaran delegasi mahasiswa UNAIR dan UTM bersama pengurus BPAM Tirto Tentrem mengabadikan momen seusai agenda sosialisasi inovasi PAM Graviti di Balai Desa Ketapanrame pada Jumat (16/10/2026). (Foto: Istimewa)

Atasi Krisis Air Desa, Kolaborasi UNAIR dan UTM Kenalkan Inovasi PAM Graviti 

55 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Krisis keterbatasan akses distribusi air bersih yang merata sering kali menjelma menjadi kendala utama bagi masyarakat pedesaan yang menuntut penyelesaian inovatif bernilai keberlanjutan dari kalangan cendekiawan kampus. Merealisasikan pilar pengabdian masyarakat lintas negara, kolaborasi kementerian BEM Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mengenalkan inovasi teknologi PAM Graviti. Inovasi ini sebagai salah satu program unggulan dalam rangkaian Kembara Rahman ke Surabaya di Balai Desa Ketapanrame pada Jumat (16/10/2026).

Sinergi cemerlang ini adalah besutan Kementerian Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan BEM UNAIR 2026. Program ini menyasar langsung pengelola BPAM Tirto Tentrem Ketapanrame untuk memberdayakan potensi kemandirian operasional desa secara berkesinambungan.

Inovasi Berkelanjutan Penyaluran Air Bersih 

Perangkat penyalur air tanpa mesin bertenaga listrik ini sebagai bukti nyata inovasi brilian gagasan pakar UTM Prof Madya Ts Dr Saiful Anuar bin Abu Bakar. Alat penyalur ini hadir untuk menekan drastis beban biaya operasional desa. Teknologi mutakhir PAM Graviti secara cerdas memanfaatkan tekanan bumi alami untuk mendistribusikan air bersih tanpa membutuhkan energi listrik tambahan. Energi listrik masih kerap membengkakkan tagihan keuangan warga masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami mengawal langsung proses pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna ini. Hal ini untuk membantu pihak desa mengelola sumber daya alam secara jauh lebih mandiri, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomis tinggi,” tegas Adam, ketua pelaksana Kembara Rahman.

Pemberdayaan Pengurus Melalui Demonstrasi 

Guna menjamin kemandirian warga desa pada masa mendatang, dua delegasi UTM memperagakan tahap perakitan pipa paralon. Mereka juga merangkai berbagai komponen instalasi teknis lainnya secara langsung di hadapan perwakilan BPAM. Mereka menayangkan presentasi detail berpadu video simulasi operasional alat. Hal tersebut agar perwakilan BPAM mampu merawat infrastruktur berharga tersebut secara mandiri hingga puluhan tahun mendatang tanpa bergantung pada pihak luar.

“Demonstrasi interaktif ini bertujuan luhur agar warga desa tidak hanya sekadar menonton pameran teknologi. Warga juga nantinya akan semakin memiliki kecakapan merawat alatnya demi meningkatkan taraf kesejahteraan penduduk desa secara kolektif,” pungkas Adam menutup rangkaian sesi sosialisasi.

Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top