UNAIR NEWS — Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi tuan rumah penyelenggaraan AUN-SAN VOX Meeting yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Mengusung tema Future Skill, Great Mind, forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, kolaborasi lintas budaya, serta diskusi mengenai kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global.
Salah satu student delegate UNAIR dalam forum tersebut adalah Eugenius Nathaniel Christofanny atau Nathan, mahasiswa FISIP UNAIR 2023. Nathan menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam AUN-SAN VOX Meeting 2026 menjadi kesempatan untuk membawa suara mahasiswa dan memberikan gagasan bagi perkembangan universitas di kawasan ASEAN.
“Ini kesempatan emas untuk memberikan ide-ide untuk universitas di ASEAN. AUN-SAN ini menjadi ruang bagaimana kita sebagai mahasiswa dapat menyuarakan kebaikan untuk universitas,” ujar Menteri Sinergitas Mahasiswa BEM UNAIR itu.
Kolaborasi Lintas Budaya Temukan Titik Temu
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Nathan memperoleh pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN. Menurutnya, perbedaan budaya, tata krama, hingga perkembangan teknologi menjadi ruang pembelajaran untuk memahami perspektif yang beragam.
“Tiap negara punya ciri masing-masing, bagaimana mereka punya standar tata krama, dan perkembangan teknologi di ASEAN yang masih belum setara. Saat berdiskusi ada gap, akhirnya menemukan titik temu karena memiliki keinginan yang sama untuk membuat universitas di ASEAN lebih baik,” jelas Nathan.

Setelah mengikuti forum, Nathan berharap pengalaman tersebut dapat diterapkan melalui pemanfaatan teknologi digital dalam organisasi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai kolaborasi dan kontribusi sosial.
Keberagaman Perspektif
Tak hanya Nathan, Ainun Qolbi Riadi atau Aya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR 2025 juga menjadi student delegate dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa forum ini memberikan pengalaman untuk memahami cara pandang mahasiswa dari latar belakang berbeda. Menurutnya, keberagaman perspektif menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi di kawasan ASEAN.
Aya ingin membawa gagasan pembelajaran lintas negara melalui Collaborative Online International Learning (COIL) agar kesempatan internasionalisasi dapat semakin terbuka bagi mahasiswa.
Melalui AUN-SAN VOX Meeting 2026, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, terbuka terhadap keberagaman, serta berkontribusi dalam membangun kolaborasi di tingkat ASEAN.
Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Yulia Rohmawati





